Rima Bangga Perankan Putri Galuh Intan Sari di Opera Coronong Samudra
STIKIP PGRI Banjarmasin menggelar pementasan Opera Coronong Samudra pada Sabtu (2/2/2019) malam di Gedung Sultan Suriansyah.
Penulis: Frans Rumbon | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - STIKIP PGRI Banjarmasin menggelar pementasan Opera Coronong Samudra pada Sabtu (2/2/2019) malam di Gedung Sultan Suriansyah.
Pementasan yang mengkolaborasikan seni musik tari dan juga drama tersebut, melibatkan lebih dari 100 penari.
Dan salah satu pemeran penting dalam pementasan berdurasi satu jam tersebut adalah Rima Permatasari.
Rima saat itu mengambil peran sebagai Putri Galuh Intan Sari yakni ibu dari Pangeran Samudra yang menjadi tokoh utama.
Rima pun mengaku sangat senang sekaligus bangga mendapatkan peran sebagai Putri Galuh Intan Sari.
"Senang dan bangga sekali pastinya karena dipercaya oleh dosen, kaka tingkat dan pihak-pihak yang terlibat. Dan saya langsung ditunjuk," ujar Rima.
Baca: 41 Ucapan Selamat Imlek 2019, Kata-kata Mutiara Sambut Tahun Baru China 2570, Gong Xi Fat Chai!
Baca: Target 100 Persen, Dinas Pendidikan Kalsel Siapkan Piranti UNBK SMA, Insya Allah UNKP tidak ada
Baca: Perbedaan Sikap Putra Ahmad Dhani Dul Jaelani dengan Sean Anak Ahok, Saat Ayahnya Masuk Penjara
Baca: Dendam Lama, Arma Habisi Nyawa Thamberin Menggunakan Tombak dan Parang, Begini VIDEO Kronologisnya
Rima menambahkan untuk bisa lebih maksimal memainkan peran tersebut, dirinya pun terlebih dahulu menggali berbagai informasi.
"Sebelum pementasan memang sudah dilakukan kajian-kajian dari berbagai literatur, kemudian berbagai sumber lainnya. Dan peran yang saya mainkan karakternya protogonis, kemudian dosen-dosen memberikan pengarahan-pengarahan," jelasnya.
Dijelaskan oleh Rima, bahwa tantangan tersendiri didapatnya ketika terlibat dalam mementaskan opera yang mengangkat cerita tentang kejayaan Pangeran Samudra tersebut.
"Selain menari, juga sambil menyanyi. Makanya saat itu harus benar-benar fokus. Fokus menarinya dan fokus menanyinya," jelasnya, Senin (4/2/2019).
Mahasiswi semester lima Pendidikan Seni Tari ini menambahkan bahwa dirinya pun melakukan persiapan berbulan-bulan untuk pementasan ini.
"Persiapan sekitar tiga bulan. Dan selain ikut latihan bersama, saya juga kadang berlatih sendiri untuk menghafali beberapa gerakan tari. Kemudian ada juga latihan vokal," kata perempuan yang hobi menyanyi ini.
Pementasan Opera Coronong Samudra ini sendiri terbilang begitu sukses, karena antusias penonton begitu tinggi.
Pertunjukkan opera ini terbagi menjadi dua sesi yakni sore dan malam. Dan total penonton yang hadir dari dua sesi ini berjumlah sekitar 4000 penonton.
"Cerita ini mengangkat nilai-nilai kebangsawanan. Pangeran Samudra ternyata mampu memenangkan peperangan tanpa mengalahkan," ujar Dosen Produksi Tari STIKIP PGRI Banjarmasin, Suwarjiya.
Ketua Umum Panitia Pelaksana, Rari Salsabila menerangkan bahwa pementasan opera tersebut sekaligus sebagai ujian.
"Ini ujian untuk mata kuliah Manajemen Seni Pertunjukkan oleh mahasiswa semester lima, dan Produksi Tari oleh mahasiswa semester tujuh," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/rima-permatasari.jpg)