Berita Tanahbumbu

Dewan Tanahbumbu Minta Eksekutif Buat Jembatan dan Titik Kumpul, Alternatif Akses di Desa Serdangan

Air menggenangi jalan poros desa Serdangan, Kecamatan Kusan Hilir yang berlangsung cukup lama menjadi perhatian anggota dewan Komisi 3 DPRD Tanahbumbu

Dewan Tanahbumbu Minta Eksekutif Buat Jembatan dan Titik Kumpul, Alternatif Akses di Desa Serdangan
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Ar masih merendam jalan desa Serdangan, Kabupaten Tanahbumbu. Aktivitas warga lumpuh 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Air menggenangi jalan poros desa Serdangan, Kecamatan Kusan Hilir yang berlangsung cukup lama menjadi perhatian anggota dewan Komisi 3 DPRD Tanahbumbu Fawahisa Mahabatan SE.SH.

Diakui Fawahisa desa Serdangan berada di daerah bantaran sungai, sehingga untuk meningkatkan kondisi jalan poros selain perlu biaya besar, juga perencanaan yang matang.

Namun perlu ada langkah alternatif yang matang dari pemerintah daerah. Membuatkan pelabuhan-pelabuhan koneksitas sehingga membuat akses lebih mudah.

Dengan dibuatkannya akses pelabuhan maka, kata Fawahisa, masyarakat dapat menjangkau ke titik dimana mereka memarkirkan mobil atau kendaraannya.

Baca: Tangisan Gisella Anastasia Saat Ditanya Gading Marten Menikah Lagi, Akan Ucapkan Ini ke Ayah Gempita

Baca: Prabowo Kunjungi Rumah Ahmad Dhani, Mulan Jameela Tak Terlihat di Foto Fadli Zon, Hanya sang Ibu

"Artinya itukan startpendeknya yang bisa dilakukan. Karena lebih dekat dengan desa Saring. Menjadi chekpoin untuk berkumpul sarana dan prasana melanjutkan perjalanannya," katanya.

Kalau untuk membangun akses jalan ke sana, sementara diketahui dari tahun ke tahun kan tenggelam. Maka selain diperlukan pemikiran yang panjang, tapi analisa dan perencaan yang matang serta biaya yang besar.

"Tapi kita tidak bisa menampik perlu dilakukan koneksitas itu. Karena lebih mudan jalan darat, ketimbang lewat air. Akses ini memang harus didapatkan masyarakat di bantaran sungai," ucap kepada banjarmasinpost.co.id.

Memamg tidak bisa dilakukan secara instan, tapi ada langkah alternatif yang dibuat. Sehingga warga tidak kesulitan akses dari tahun ke tahun saat terjadi banjir.

"Di sana sudah saya berikan lampu penerangan. Itu inisiatif, tanpa (mereka) minta kita lakukan," pungkas Fawahisa.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved