Ekonomi dan Bisnis

Harga Ekspedisi Udara Mahal, Pelaku Usaha Kalsel Memilih Jalur Laut

Naiknya Surat Muatan Udara (SMU), yang mengakibatkan kenaikan tarif ekspedisi jalur udara membuat masyarakat memilih pengiriman mode laut.

Harga Ekspedisi Udara Mahal, Pelaku Usaha Kalsel Memilih Jalur Laut
banjarmasinpost.co.id/maulana
pebisnis fashion, Banjarmasin, Erfan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Naiknya Surat Muatan Udara (SMU), yang mengakibatkan kenaikan tarif ekspedisi jalur udara membuat masyarakat memilih pengiriman mode laut.

Meski terbilang lebih lama, pengiriman jalur laut menjadi pertimbangan karena tidak melambungkan biaya operasional.

Seperti pebisnis fashion, Banjarmasin, Erfan mengaku akan memaksimalkan pengiriman jalur laut.

"Dampaknya hingga saat ini ongkos kirim naik hingga dua kali lipat dari sebelumnya, awalnya Rp 12 ribu sekarang Rp 28 ribu perkilogram," keluhnya.

Untuk mendatangkan komiditinya, Erfan mengaku lakukan pengiriman dalam seminggu hingga dua kali kirim.

Baca: Maia Estianty Tepati Janji Setelah Sempat Disindir Dul Jaelani Soal Ahmad Dhani yang Dipenjara

Baca: Reaksi Aneh Raffi Ahmad Saat Verrel Bramasta Blak-Blakan Kagumi Nagita Slavina Depan Natasha Wilona

Baca: Via Vallen Posting Foto Berkimono pakai Emoji Hati, Sosok Pria di Belakangnya Ikut Disorot

Baca: Jawaban Luna Maya Disebut Tak Bahagia Jelang Pernikahan Reino Barack dan Syahrini, Ayu Dewi Bocorkan

"Dalam satu kali pengiriman, baju jualan saya bisa mencapai berat 30 kilogram sampai 40 kilogram," imbuhnya.

Oleh sebab itu, ia menyiasati dengan lakukan pengiriman moda laut. "Aku akan menggunakan jasa kapal dengan estimasi waktu datang lebih lama," tuturnya.

Sementara itu, pelaku usaha sektor fashion lainnya, Nisa juga keluhkan naiknya biaya pengiriman.

"Yang jelas memberatkan, karena sebelumnya dari harga Rp 18 ribu perkilogram sekarang sudah mencapai Rp 30 ribu perkilogram," keluhnya.

Nisa sendiri mengaku sulit untuk menaikkan harga karena persaingan sesama pelaku usaha busana sudah semakin ketat.

"Salah satu caranya harus mengurangi keuntungan dan menggunakan ekspedisi laut yang sampainya cukup lama antara lima sampai enam hari," kata dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved