Berita Tanahlaut

Ini Tanggapan PD Baratala Terkait Larangan Melintas di Jalan Pantai Linuh Tanahlaut

Tambah Arif di 2008 lalu sudah ada perjanjian dengan Desa Pantai Linuh dengan kades yang lama. Kemudian muncul kebijakan dari pemerintah

Ini Tanggapan PD Baratala Terkait Larangan Melintas di Jalan Pantai Linuh Tanahlaut
Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
Jalan Desa Pantai Linuh Kecamatan Batu Ampar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sementara Direktur PD Baratala Tuntung Pandang, Arif Rahman mengatakan PT Bimo Taksoko Gono (BTG) mulai tahun 2005 nambang, dan terakhir di tahun 2015. BTG yang lokasi tambangnya di Desa Pemalongan dan jalan yang dilintasi yakni Desa Bluru, Pantai Linuh, Gunung Melati dan Sumber Mulya.

Tambah Arif di 2008 lalu sudah ada perjanjian dengan Desa Pantai Linuh dengan kades yang lama. Kemudian muncul kebijakan dari pemerintah, barang yang dijual sekarang tidak lagi barang mentah, tapi harus baranb setengah jadi.

Sejak itu, geliat tambang batu besi berkurang atau terbatas. Hanya perusahaan besar yang bisa bangun Smelter. Kompetitor lainnya seperti daerah Kalteng, Lampung dan Sulawesi mereka saat ini tengah memasarkan batu besi.

Karakteristik batu besi Tala terangnya lebih unggul dari kompetitor dari sisi spek FE tinggi, sulfur ringan, mampu untuk bersaing dengan pasar lokal.

"Kemarin rugi, sekarang bagimana tahun ini Perusahaan daerah kembali berjalan. Punya komitmen SDA di Tala bisa di kelola. Kalau BTG bangun jalan alternatif sekarang maka jelas akan kehilangan momen di kalangan pembeli, karena kompetitir sekarang tengah melakukan pengiriman batu," kata Arief.

Berjalannya kembali perusahaan daerah PD Baratala sebut Arif kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (04/02/2019) hendaknya didukung karena akan menambah PAD Kabupaten Tanahlaut. Selain itu juga meningkatkan ekonomi masyarakat.

Perusda Baratala di tahun 2017 menjalankan kembali perusahaan yang tadinya sudah lama mati suri dengan harapan berjalannya persuda kembali bisa hasilkan PAD ke Kabupaten Tanah Laut, maka sejalan itu ada kontrak dari anak perusahaan PT. Krakatau Steel.

Tahun 2019 mulai pengumpulan bahan baku guna persipan pada bulan Maret melakukan pengirimian, karena kalau tidak di kirim maka peluangnya sangat tipis, kepercayaan buyer akan turun, potensi market akan di rebut daerah lain.

"Maka dari itu kita mengejar target agar kita bisa kirim biji besi Maret ini ke Krakatau Steel," ujarnya.

Sementara perwakilan PT BTG, Bambang mengatakan tahun 2005 ada permintaan warga yakni jika melintas jalan desa diwajibkan bisa bangun mesjid, saat itu nilainya Rp 200 juta, mesjid sekarang sudah berdiri. Fee jalan Rp 10.000 per rit pun terang Bambang semua sudah di penuhi.

"Terakhir tiga tahun lalu sempat macet karena market biji besi jatuh kemudian di tanggal 15 Januari 2019 dana pun sudah diterima kades lama," sebutnya.

Ia juga menambahkan sudah mematuhi aturan melintas yaitu usai pulang sekolah pukul 2 sore hingga 6 sore. Sementara perbaikan jalan terangnya juga sudah dilakukan berupa pemasangan batu pondasi sejuah 15 kilometer.

"Kuota pengiriman kita juga sudah disetujui ESDM provinsi Kalsel, karena tanpa itu tidak bisa batu keluar," tambahnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved