Berita Tanahlaut

Mahsiswa Politeknik Negeri Tanahlaut Sulap Limbah Mesin Menjadi Alat Musik Panting

Prihatin dengan banyaknya limbah mesin yang banyak tak terpakai membuat mahasiswa jurusan mesin otomotif semester dua Politeknik Negeri Tanahlaut

Mahsiswa Politeknik Negeri Tanahlaut Sulap Limbah Mesin Menjadi Alat Musik Panting
Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
Mahasiswa Politeknik Negeri Tanahlaut memperlihatkan hasil karyanya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Prihatin dengan banyaknya limbah mesin yang banyak tak terpakai membuat mahasiswa jurusan mesin otomotif semester dua Politeknik Negeri Tanahlaut (Politala) membuat kreatifitas menarik.

Limbah mesin misalnya rantai, gear, piston, knalpot disulap menjadi barang bermanfaat yaitu media tanam dan miniatur budaya Banjar.

Mulai dari pot tanaman obat hingga alat permainan balogo, gasing dan rumah Banjar berhasil dibuat oleh tangan mahasiswa kreatif ini.

Terang perwakilan kelompok mahasiswa pembuat limbah mesin menjadi media tanam untuk membuat lima media tanam mereka memerlukan waktu hingga dua Minggu yang dikerjakan oleh belasan mahasiswa. Sementara untuk membuat tujuh miniatur budaya Banjar diperlukan waktu dua Minggu oleh sekitar 20 orang mahasiswa.

Baca: Dua SMPN Ikut Simulasi UNBK di SMAN 1 Rantau, Komputer Cuma 20 Buah Jumlah Siswa 122 Orang

Baca: Lokasi Berjualannya Ditertibkan, Pedagang Buah di Pasar Paringin Ini Mengaku Sepi Pembeli

Dalam pameran yang mereka tampilkan di Balairung Pemkab Tanahlaut, Senin (04/02/2019) Sahrul mengatakan selama ini limbah mesin hanya dibuang begitu saja oleh pemilik bengkel. Oleh karena itu mereka berinisiatif untuk menjadikan limbah mesin bisa bermanfaat bagi masyarakat. Terlebih untuk tanaman toga yang biasanya ditanam sembarangan oleh sebagian masyarakat sementara masih banyak limbah yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi media tanam.

Sementara tambah perwakilan mahasiswa membuat limbah mesin menjadi miniatur budaya Banjar, Usman mengatakan pembuatan limbah mesin menjadi miniatur budaya Banjar terinspirasi untuk memamerkan bahwa limbah bisa dijadikan wadah untuk memamerkan budaya sendiri.

"Harapan kita hasil kreativitas kita ini juga bisa menjadi ajang promosi kampus agar banyak pelajar yang tertarik masuk di jurusan mesin otomotif ini," sebutnya.

Proses pemanfaatan limbah mesin sendiri terangnya tergolong mudah tergantung jenis barang yang akan dibuat. Biasanya proses yang harus dilakukan baik las, lem dan menyusun rangka mesin.

Gasing misalnya sebut Usman kepada Banjarmasinpost.co.id bisa dibuat dari limbah mesin dan bisa dimainkan tak hanya untuk dipajang.

Selanjutnya ia berharap agar kreativitas memanfaatkan limbah mesin bisa dilanjutkan pihaknya dan angkatan selanjutnya.

Sementara Sekretaris Jurusan Mesin Otomotif Politeknik Negeri Tanahlaut, Yuliana Ningsih mengatakan meman mahasiswa diajarkan untuk peduli limbah, termasuk mahasiswa jurusan Mesin Otomotif juga harus memerhatikan limbah yang dibuat. Terlebih limbah mesin tergolong limbah berbahaya meskipun ditanam di dalam tanah.

"Pemanfaatan limbah mesin menjadi media tanam dan miniatur budaya ini baru pertama kali di Politeknik Negeri Tanahlaut," sebutnya.

Bahkan mahasiswa semester dua yang berkreasi tersebut terangnya belum mendapatkan mata kuliah pemanfaatan limbah mesin namun mereka mampu lebih dulu mempraktekkannya.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved