Berita Tabalong

Pembangunannya Menghabiskan Rp 7,5 Miliar, Tapi Pasar Buah Kota Tanjung Hingga Kini Belum Berfungsi

Beberapa pedagang buah saat ini masih ada yang menggunakan trotoar untuk berjualan, tak jauh dari gedung saraba kawa di Pusat Kota Tanjung

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Beberapa pedagang buah saat ini masih ada yang menggunakan trotoar untuk berjualan, tak jauh dari gedung saraba kawa di Pusat Kota Tanjung, Kabupaten Tabalong.

Beberapa penjual buah serta makanan dan minuman menggunakan lahan yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki.

Pemerintah Daerah Tabalong membangunkan pasar buah yang lokasinya tak jauh dari daerah tersebut.

Bangunan untuk pasar buah justru tergolong mewah dengan menggunakan anggaran Rp 7,5 miliar. Kepala Disperindag Tabalong M Zain mengatakan pembangunan pasar buah dibuat untuk 17 pedagang. Diakuinya memang bangunan memang kurang sesuai untuk pedagang buah.

"Kami masih melakukan koordinasi dengan beberapa pihak untuk pemanfaatan bangunan tersebut, pembangunan awal memang untuk pedagang buah," ujarnya.

Baca: Reaksi Luna Maya Usai Kabar Pernikahan Syahrini dan Reino Barack Februari Ini di Jepang

Baca: Prostitusi Online Via Line Libatkan Pelajar SMA, Layani Live Bercinta Bayar Sampai Rp 200 Ribu

Baca: Tubuh Emiliano Sala Pemain Cardiff City Diduga Ditemukan & Puing Pesawat, Ayahnya Rasa Mimpi Buruk 

Baca: Ucapan Gong Xi Fat Chai Artinya Bukan Selamat Tahun Baru Imlek, Ini Kata-kata Mutiara Imlek 2019

Tak jauh dari lokasi tersebut juga ada lapak pedagang yang merupakan bantuan dari CSR PT Adaro Indonesia sebanyak 15 lapak dan juga belum difungsikan.

Terpisah salah satu pedagang buah Mursida mengatakan dirinya sudah dua tahun berjualan di trotoar, sebalumnya juga pernah direlokasi di bagian dalam jalan namun karena pembeli sangat jauh berkurang dan pinggir sungai juga rawan longsor akhirnya para pedagang pindah.

Mursida sebelumnya memang pernah mendapatkan informasi bahwa pembangunan pasar yang berada dibelakang trotoar tempat dirinya berjualan memang untuk para pedagang buah. Dan dirinya juga menyatakan bersedia direlokasi jika memang telah menjadi aturan dari pemerintah.

"Kalau semua mau pindah saya juga ikut pindah, paling tidak dicoba dulu semoga tetap ramai seperti biasanya," ujarnya.

Bangunan pasar buah sebanyak 17 ruang itu dibangun layaknya bangunan toko dengan penutup rolling dor dan memiliki teras. Bangunan tinggi dengan cat warna orange dan coklat ini memang tampak mewah.

Bagian dalamnya juga disekat dengan rolling dor sehingga jika dibuat untuk los pasar pun juga memungkinkan.

Dengan adanya pasar buah ini diharapkan bisa memfasilitasi para pedagang buah sehingga tidak lagi menggunakan trotoar.

Selain untuk memenuhi hak bagi pejalan kaki juga untuk memperindah pemandangan dan ketertiban di pusat kota Tanjung.(banjarmasinpost.co.id /Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved