Kriminalitas HST

Sempat Pulang ke Rumah Bilang ke Ayah Hendak Balas Dendam, Arma Pun Tombak Thamberin Hingga Tewas

Rupanya, sebelum melakukan tindakan keji tersebut Armadhani atau yang lebih dikenal dengan Arma, terlebih dahulu bilang kepada sang ayah

Sempat Pulang ke Rumah Bilang ke Ayah Hendak Balas Dendam, Arma Pun Tombak Thamberin Hingga Tewas
Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi
Kapolres Hulu Sungai Tengah, AKBP Sabana Atmojo saar gelar perkara, Senin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Muhammad Thamberin (40) tewas mengenaskan akibat dibacok dan ditombak oleh Armadhani (22) warga Sungai Jeranih RT 01 Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Minggu (3/2).

Rupanya, sebelum melakukan tindakan keji tersebut Armadhani atau yang lebih dikenal dengan Arma, terlebih dahulu bilang kepada sang ayah jika ingin balas dendam. Tanpa, mendengarkan jawaban sang ayah atas keinginannya balas dendam, Arma langsung mendatangi Thamberin dan menombaknya dengan tombak ikan.

Alhasil terkena lengan kanan korban. Belum puas, Arma kemudian membacok Thamberin dengan parang di leher bagian belakang dan pinggang korban.

Arma saat konferensi pers di Polres Hulu Sungai Tengah, Senin (4/2) mengaku jika melakukan perbuatan itu karena dendam. Pasalnya lengan kirinya terdapat bekas bacokan Thamberin empat tahun silam. Saat itu Arma masih berusia 18 tahun.

Arma menceritakan, awal mula dirinya dibacok oleh Thamberin akibat kesalahpahaman. Empat tahun silam Arma menyadap karet milik orangtuanya di belakang rumahnya.

Arma meludah. Ia tak sadar jika ada Thamberin. Kesal karena Arma meludah, Thamberin langsung membacok Arma.

Sebenarnya kasus ini juga sempat ingin diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, pihak Thamberin menolak ganti rugi sejumlah uang untuk pengobatan lengan Arma. Hingga sekarang bekas bacokan juga masih membekas sepanjang 30 sentimeter.

"Pernah mau damai. Tapi dia tidak mau memberikan uang. Dia malah lari dari kampung. Sebelum balas dendam saya bilang kepada ayah saya, dia tidak berkata apa-apa saya langsung pergi," katanya.

Rupanya, kedatangan Thamberin ke Desa Sungai Jeranih untuk melihat anaknya uang dirawat oleh mantan istrinya di sana. Thamberin juga baru kembali dari masa pelariannya.

Nahas, Arma yang melihat Thamberin seperti melihat luka lama yang belum selesai. Tanpa pikir panjang Arma langsung membalas dendan.

"Saya menyesal. Tidak ada niat untuk membunuh. Saya awalnya ingin balas dendam saja," ujarnya.

Thamberin tewas dengan luka tusukan dan luka bacok.

Kapolres Hulu Sungai Tengah, AKBP Sabana Atmojo, mengatakan motif penganiyaan berujung korban jiwa karena dendam lama antara pelaku dengan korban. Saat ini juga masih didalami apakah ada unsur berencana atau tidak.

"Pelaku melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud pasal 351 Ayat ( 3 ) atau pasal 338 hingga menghilangkan nyawa korban, hukuman maksimal 15 tahun," bebernya. (wie)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved