Breaking News:

Melihat Kesenian Banua Hampir Punah

Dibanding Balamut, Bagandut dan Bapandung, Nasib 'Lenong Rumpi' Asli Banjar Ini Lebih Beruntung

Nasib lebih beruntung kesenian Mamanda dibanding Balamut, Bagandut dan Bapandung. Kesenian yang mirip Lenong Rumpi

banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Kesenian Mamanda mirip Lenong Rumpi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Nasib lebih beruntung kesenian Mamanda dibanding Balamut, Bagandut dan Bapandung. Kesenian yang mirip Lenong Rumpi di Jakarta ini cukup sering ditampilkan di masyarakat.

"Sekarang sudah mulai banyak yang mengenal Mamanda. Kesenian asli Banua ini tak hanya digelar di Taman Budaya juga peringatan HUT Pemko dan Pemkab serta Pemprov Kalsel hingga acara di Jejangkit," kata salah satu pemain Mamanda, Henny Apriana Nisa.

Ditambahkannya, beberapa waktu lalu, pernah juga mengikuti workshop mamanda di taman budaya.

Menurut Aluh, panggilan akrab Henny, dirinya yang main Mamanda sejak tahun 2015 lalu ini mengatakan, perkembangannya sudah luar biasa banar.

Baca: Lebih Mirip Stand Up Comedy., Generasi muda Banua sudah Menyukai Seni Bapandung

Baca: 6 Fakta Adik Julia Perez, Della Perez yang Senasib Vanessa Angel Diduga Terlibat Prostitusi Online

Baca: Raffi Ahmad Mengira Cuma Mimpi, Rafathar Akhirnya Bertemu Cucu Jokowi Jan Ethes, Lucunya saat Ketemu

"Semoga kedepannya, Mamanda serta kesenian daerah yang hampir punah lebih memasyarakat lagi tahun depan," cewek kelahiran Kertak Hanyar, 17 April 1995 ini.

Mamanda adalah seni teater atau pementasan tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan. Dibanding dengan seni pementasan yang lain, Mamanda lebih mirip dengan Lenong dari segi hubungan yang terjalin antara pemain dengan penonton. Interaksi ini membuat penonton menjadi aktif menyampaikan komentar-komentar lucu yang disinyalir dapat membuat suasana jadi lebih hidup.

Bedanya, Kesenian lenong kini lebih mengikuti zaman ketimbang Mamanda yang monoton pada alur cerita kerajaan. Sebab pada kesenian Mamanda tokoh-tokoh yang dimainkan adalah tokoh baku seperti Raja, Perdana Menteri, Mangkubumi, Wazir, Panglima Perang, Harapan Pertama, Harapan kedua, Khadam (Badut/ajudan), Permaisuri dan Sandut (Putri).

Tokoh-tokoh ini wajib ada dalam setiap Pementasan. Agar tidak ketinggalan, tokoh-tokoh Mamanda sering pula ditambah dengan tokoh-tokoh lain seperti Raja dari Negeri Seberang, Perompak, Jin, Kompeni dan tokoh-tokoh tambahan lain guna memperkaya cerita. (banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Akhyar
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved