Kriminalitas Kabupaten Banjar

Sidang Pembunuhan Wanita di Mobil Swift, Korban Minta Pelaku Gelar Ritual Agar Suami Berikan Berlian

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang perdana kasus pembunuhan perempuan dalam mobil Swift mengundang lima orang saksi

Sidang Pembunuhan Wanita di Mobil Swift, Korban Minta Pelaku Gelar Ritual Agar Suami Berikan Berlian
banjarmasinpost.co.id/hasby
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang perdana kasus pembunuhan perempuan dalam mobil Swift pada November 2018 lalu. Sidang digelar di PN Martapura, Rabu (6/2). 

Setibanya di rumah, terdakwa sudah tidak terlihat lagi. Pada malam harinya, korban sebelum keluar rumah pukul 00.00 wita meminta sopir untuk membuka kamar di Hotel Aston dengan menyerahkan uang sebesar Rp 600 ribu, namun sudah penuh.

Hingga akhirnya korban keluar seorang diri pukul 00.00 wita mengendarai mobil Suzuki Swift biru.

Korban sempat pamit dengan pembantunya dan sopir, memberitahukan keluar sebenar menemui temannya.

Tak kunjung pulang, hingga pukul 08.00 wita, Agus Jayadi menghubungi handphone majikannya, namun tidak aktif.

Dirinya bersama Fatmilawati mendapat kabar bahwa ada mobil majikannya parkir di depan Hotel Aston dan keduanya langsung bergegas hingga akhirnya mendapati Levie Priscillah bersimbah darah dalam mobil.

Suami korban, Ariyadi meminta majelis hakim agar menjatuhkan hukuman semaksimalnya untuk terdakwa. Dirinya saat kejadian sedang bertugas ke Palembang.

Dalam persidangan juga terungkap, bahwa korban memercayai terdakwa seorang dukun dan bisa mengabulkan hajatnya agar suaminya memberikan berlian.

Merasa ragu atas ritual yang dilakukan terdakwa dalam mobil hingga mempertanyakan kebenarannya hingga akhirnya membuat terdakwa tersinggung dan menghabisi nyawa Levie Priacilla.

JPU, Apriady mengatakan, Herman dijerat tiga pasal, yakni 338, 365 dan 351 namun menurut Apriady melihat dari hasil rekonstruksi tersangka bisa dijeat 338, dan sidang tetap didakwa 365 kalau niat mencuri tetapi nanti semuanya akan diungkap di persidangan dan untuk 351 penganiayaan mengakibatkan meninggalnya seseorang. Selanjutnya melihat fakta mana yang terbukti.

“Saksi seorang yakni Saberan mendadak tidak bisa hadir, rencana akan kembali diagendakan pada 14 Februari 2019 mendatang,” tambahnya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved