Berita Banjarmasin
LK3 Latih Masyarakat dan Komunitas di Banjarmasin Buat Program Lapor SP4N
LK3 Latih Masyarakat dan Komunitas di Banjarmasin Buat Program Lapor SP4N
Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Royan Naimi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) bersama Yayasan Persahabatan Indonesia Kanada (YAPPIKA) gelar seminar dan pelatihan, Jumat (8/2/2019).
Seminar dan pelatihan itu tentang Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat Sistem Pengelolaan Pengaduam Pelayanan Publik Nasional (Lapor SP4N).
Berlokasi di Hotel Victoria, Jalan RE Martadinata, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), puluhan peserta mengikuti pelatihan yang memasuki hari ketiga sejak dimulai pada Rabu (6/2/2019).
Tujuannya untuk memaksimalkan dan agar Lapor SP4N tak menjadi program yang sia-sia dan dapat bermanfaat maksimal.
Baca: Imbas Kenaikan Harga Tiket Pesawat, Pengunjung Tenant di Bandara Syamsudin Noor Berkurang
Baca: Balasan Nicholas Sean Jelang Pernikahan Ahok Alias BTP dan Puput Nastiti Devi, Untuk Veronica Tan?
Baca: Tarif Kencan Adik Julia Perez, Della Perez Terungkap di WA Mucikari Prostitusi Artis, Vanessa Angel?
Baca: Reino Barack Ragu Nikahi Syahrini Diungkap Sosok Ini di Depan Hotman Paris, Karena Luna Maya?
Panitia hadirkan berbagai narasumber termasuk dari YAPPIKA, Ombudsman RI hingga jurnalis.
Peserta yang berasal dari berbagai macam unsur masyarakat ini dilatih untuk memahami esensi program hingga mekanisme pelaporan yang benar dan efektif.
Pelatihan penulisan laporan dengan prinsip-prinsip jurnalistik juga dilakukan agar laporan dapat lebih mudah menjadi acuan dan masukan bagi para pemegang kebijakan.
Para peserta juga banyak berlatar belakang lembaga swadaya masyarakat (LSM) diantaranya LSM yang fokus di bidang hukum, lingkungan, perempuan, disabilitas, ekonomi dan lain-lain.
Koordinator kegiatan, Intan menjelaskan, dihadirkannya berbagai elemen masyarakat sebagai peserta diharapkan bisa menjadi wadah dan Perwakilan bagi masyarakat di sekitarnya untuk bisa menyuarakan pendapat dan usulan ke pihak berwenang.
“Pelatihan ini memberikan pemahaman kepada komunitas untuk mendorong pelayanan publik yang berkualitas,” kata Intan.
Komunitas para peserta pelatihan ini nantinya akan mengolah dan mengumpulkan informasi berbasis data untuk berikan masukan solutif kepada Pemerintah.
Dengan demikian, bisa membantu Pemerintah untuk bisa tetapkan kebijakan yang searah dengan aspirasi dan laporan masyarakat.
Walau sudah cukup lama dikembangkan oleh Pemerintah dan juga diadopsi Pemerintah Kota Banjarmasin, LK3 menilai belum semua elemen masyarakat bisa memanfaatkan konsep Lapor SP4N untuk melaporkan dan sampaikan usulan dan laporan.
Hal inilah yang menjadi salah satu latar belakang pembentukan komunitas dan Pelatihan.
"Kita tahu belum semua masyarakat bisa dan mengerti untuk akses aplikasi ini, jadi melalui komunitas ini bisa menampung laporan dari masyarakat dan selanjutnya diteruskan," kata Intan. (banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/lk3-a.jpg)