Fakta Unik Kerbau Rawa dari HSU
Badan Besar Tapi Jago Berenang dan Menyelam, Malahan Kerbau Rawa HSU Disebut-sebut Seperti Amfibi
Kondisi geografis Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel yang mayoritas lahan rawa, membuat daerah ini memiliki keunikan tersendiri.
Penulis: Dony Usman | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI-Kondisi geografis Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel yang mayoritas lahan rawa, membuat daerah ini memiliki keunikan tersendiri.
Satu diantaranya adalah dimilikinya populasi hewan endemik kerbau rawa atau lebih dikenal juga dengan nama hadangan.
Populasi kerbau rawa ini berada di tersebar di sepuluh desa di Kecamatan Paminggir, yang merupakan daerah berair.
Sesuai namanya, kerbau dari HSU ini berbeda dengan kerbau pada umumnya yang ada di berbagai daerah lainnya.
Karena hidup di atas hamparan rawa, maka kerbau ini sangat pandai berenang dan menyelam.
Sehingga tak heran ada yang menyebut kerbau rawa ini sebagai jenis mamalia, tapi bisa seperti amfibi, karena dapat bertahan di air dan di darat.
Baca: Membanggakan, Sukamta Raih Golden Award Olahraga Nasional, Ternyata Bupati Suka Olahraga Ini
Baca: Jawaban Ibunda Syahrini Jelang Kabar Pernikahan dengan Reino Barack, Mantan Luna Maya Disebut Ragu
Baca: Usai Layani Kliennya, Vanessa Angel Juga Mau Layani Mucikarinya, Harga 40 Juta Dimarkup jadi 80 Juta
Berbeda dengan kerbau yang biasa di darat, maka akan kesulitan bila langsung dimasukan ke dalam rawa.
Sedangkan kerbau rawa tidak perlu waktu lama untuk penyesuaia saat berada di darat dan akan tetap bisa bertahan.
"Kalau kerbau yang biasa di darat perlu waktu lama untuk adaptasi, bisa sampai dua bulan, kalau tidak maka bisa mati tenggelam," kata Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten HSU, Ahmad Rijani.(banjarmasinpost.co.id/dony usman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kerbau-rawa-ada-di-kecamatan-paminggir.jpg)