Berita Banjarmasin

Di Kota Banjarmasin Masih Ada Warga Mapan dan PNS Ikut Nikmati Gas Bersubsidi, ''Supaya Praktis''

Iman dan istrinya seorang PNS masih menggunakan elpiji 3 kg.Padahal mereka tahu ada peraturan yang melarang para abdi negara menggunakan gas

Di Kota Banjarmasin Masih Ada Warga Mapan dan PNS Ikut Nikmati Gas Bersubsidi, ''Supaya Praktis''
banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
Warga antre gas elpiji 3 kg. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Iman dan istrinya seorang PNS masih menggunakan elpiji 3 kg.

Padahal mereka tahu ada peraturan yang melarang para abdi negara menggunakan gas bersubsidi.

Iman berkilah istrinya menggunakan gas 3 kg lebih pada pertimbangan praktisnya.

“Gas 3 kg itu bisa didapat kapan pun di eceran. Sementara gas 12 kg agak susah, apalagi kalau habis pada malam hari, harus menunggu keesokan harinya,” tutur Iman, Sabtu (9/2).

Iman mengaku dia menggunakan kombinasi tabung, yakni tabung gas 12 kg dan 3 kg. “Meski memakai gas 3 kg, saya membelinya dengan harga mahal, tidak harga subsidi. Saya beli gas 3 kg di eceran Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu per tabung,” ujarnya.

Seorang pekerja kontrak di salah satu SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel, Rudi (disamarkan), mengaku masih menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi.

Baca: BREAKING BEWS - Petani Kapuas Tenggelam saat Pulang dengan Menyeberang Sungai Terusanraya

Baca: Hasil Atletico Madrid vs Real Madrid di laga pekan ke-23 Liga Spanyol, Skor Babak Pertama 2-1

Baca: Hasil Liverpool vs Bournemouth di Liga Inggris, Skor Babak Pertama 2-0 Gol Sadio Mane dan Wijnaldum

“Saya tahu kalau saya tak berhak menikmati subsidi elpiji 3 kg. Saya masih membeli elpiji 3 kg sampai sekarang karena faktor kepraktisan saja,” kata Rudi, yang mengaku penghasilan per bulan di atas Rp 1,5 juta.

Elpiji 3 kg, kata Rudi, hanya digunakan sesekali, khusus apabila elpiji 5,5 kg yang digunakan di rumahnya habis di saat tertentu.

“Saya beli gas 3 kg itu untuk cadangan saja. Jaga-jaga kalau gas habis malam hari atau pas saya kerja,” ujar Rudi yang berkantor di Banjarbaru ini.

Menurut Rudi, sudah hampir satu setengah tahun ia menggunakan elpiji Brightgas 5,5 kg sebagai bahan bakar utama keperluan memasak di rumah.

“Sudah terlanjur punya yang 3 kg, jadi sayang dijual. Paling digunakan dua tiga bulan sekali,” ujarnya.(banjarmasinpost.co.id/acm)

Hai Guys! Berita ini ada juga di EPEPER BANJARMASIN POST

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved