Berita Kotabaru

BNNK Kotabaru Akan Panggil Pemilik Toko Obat Yang Berjualan Obat Batuk Ini, Digunakan Buat Mabuk

Saat ini di wilayah Kabupaten Kotabaru sedang tren mabuk-mabukan obat batuk dan bukan lagi obat daftar G.

BNNK Kotabaru Akan Panggil Pemilik Toko Obat Yang Berjualan Obat Batuk Ini, Digunakan Buat Mabuk
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Kepala BNK Kotabaru H Burhanudin dan Kabag Sumda Polres Kotabaru AKP Sigit C membahas persoalan obat batuk yang disalahkan untuk mabuk-mabukkan, Selasa (12/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Saat ini di wilayah Kabupaten Kotabaru sedang tren mabuk-mabukan obat batuk dan bukan lagi obat daftar G.

Beberapa hari lalu, jajaran Polsek Pulau Laut Selatan mengamankan pelaku yang sedang mabuk zenit. Selanjutnya, jajaran Polsek melakukan penggeledahan terhadap penjual obat batuk tersebut.

Bukan hanya di Polsek namun sebagian wilayah Kabupaten Kotabaru juga begitu. Kini, obat batuk tersebut disalahgunakan untuk ajang mabuk-mabukan.

Sebab itu, jajaran Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kotabaru bersama dengan Polres Kotabaru akan melakukan tindakan. Sebab, peredaran obat batuk tak lagi digunakan untuk penyembuhan batuk melainkan disalahgunakan menjadi obat-obatan untuk mabuk-mabukan.

Kepala BNK Kotabaru, H Burhanudin yang sekaligus menjabat sebagai Wakil Bupati Kotabaru ini akan melakukan tindakan bersama pihak kepolisian. Artinya, bahaya obat itu sekarang ini menjadi masalah lain sama halnya dengan narkoba.

Baca: Ada Warung Khusus Bayar Seikhlasnya di Kantor Camat Kandangan, Hasil Sedekah Urunan PNS dan Kades

"Kami berkomitmem memberantas narkoba. Selain itu tren mabuk obat batuk saat ini juga menjadi perhatian khusus termasuk penjual obatnya," kata Burhanudin, Selasa (12/2/19).

Burhan mengatakan, penyalahgunaan obat ini harus ditangani bahkan bila perlu berhenti diproduksi. Namun, karena itu obat batuk, maka tinggal penjual pandai-pandai melihat siapa yang membelinya.

"Kami akan melakukan koordinasi dengan memanggil tokoh obat. Nanti akan kami panggil mereka untuk mengatasi permasalahan penjualan obat  batuk ini," katanya.

Sementara ini, penjual obat dihimbau agar tidak menjual obat batuk itu secara sembarangan. Terlebih lagi saat ada yang membeli dalam jumlah banyak sehingga patut dicurigai. Yang mana dampak dari penyalahgunaan ini, jelas merusak generasi muda.

"Ini yang akan dibahas terkait peredaran obat itu yang sudah disalahgunakan. Nanti akan kami jadwalkan untuk membahas soal ini," katanya.

Baca: Petani Desa Barugelang Cemas Kembali Gagal Tanam, Irigasi Tak Bisa Mengairi Sawah Saat Kemarau

Sementata itu, Kabag Sumda Polres Kotabaru AKP Sigit C, mengatakan saat ini memang sedang darurat obat batuk. Hanya saja, kesulitan untuk menindak yang tidak termasuk dalam daftar obat G dan narkoba. Namun, saat ini akan dibahas mencari solusinya.

"Sementara untuk penjual yang kita himbau, dan apanlbila melanggar, maka nantinya akan diberikan tindakan mungkin melalui Pemerintah Daerah," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved