Jaringan Teroris

Menggunakan Identitas Palsu, Aktor Penting Jaringan Teroris di Indonesia di Bandara

Mantan narapidana terorisme, Harry Kuncoro alias Wahyu Nugroho alias Uceng (41 tahun), rupanya belum jera terhadap tindak pidana.

Menggunakan Identitas Palsu, Aktor Penting Jaringan Teroris di Indonesia di Bandara
BPost Cetak
BPost edisi cetak Selasa (12/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Mantan narapidana terorisme, Harry Kuncoro alias Wahyu Nugroho alias Uceng (41 tahun), rupanya belum jera terhadap tindak pidana.

Polisi pun menangkapnya saat hendak terbang ke Iran, untuk melanjutkan perjalanan ke Suriah dan bergabung bersama kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS atau ISIS).

Harry mendekam 6 tahun di Lapas Pasir Putih Nusa Kambangan, Jawa Tengah, dan bebas tiga tahun lalu.

Harry ditangkap polisi tahun 2012 terkait kelompok pimpinan Dulmatin.

Harry disebut-sebut sebagai aktor penting jaringan teroris di Indonesia.

"Setelah dikeluarkan (dari Lapas Pasir Putih Nusa Kambangan), Harry adalah aktor penting di Indonesia saat ini. Karena tersangka punya hubungan langsung ke (kelompok teroris) luar. Contact person di Suriah adalah Abu Walid," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/2).

Baca: Acungkan 2 Jari, Maia Estianty Dituduh Politik Sejalan Mulan Jameela dan Ahmad Dhani, Ini Jawabnya!

Baca: Daftar Lengkap Pemenang Grammy Awards 2019, Ada Ariana Grande dan Lady Gaga

Baca: Undangan Nikah Ahok BTP dan Puput Nastiti Devi Jadi Persoalan Dua Adiknya, Cek Kabar Veronica Tan

Baca: Daftar 5 Kata Menohok Joko Widodo dan Prabowo Subianto Jelang Debat Capres Jilid II Pilpres 2019

Baca: Pengakuan Chand Kelvin Tidur di Toilet Kasino Saat Temani Mak Vera, Manajer Olga Syahputra

Dedi menyebut rencana perjalanan Harry sudah diatur warga negara Indonesia yang berada di Suriah, bernama Abu Walid.

Abu Walid adalah algojo dalam kelompok ISIS. Abu Walid, dikabarkan tewas dalam baku tembak pada 29 Januari 2019 kemarin.

"Di organisasi ISIS di Suriah, dia sangat aktif sebagai algojo di Suriah. Abdul Walid sudah tewas 29 Januari 2019," ucap Dedi.

Abdul Walid tewas 26 hari setelah Harry ditangkap di Jakarta.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved