Bumi Antaluddin
550 Guru Paud se-HSS Ikuti Workshop, Diminta Kreatif Kembangkan Kurikulum 2013
Para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diminta lebih kreatif dalam melaksanakan Kurikulum 2013, sebagai acuan melaksanakan pembelajaran pada anak
Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diminta lebih kreatif dalam melaksanakan Kurikulum 2013, sebagai acuan melaksanakan pembelajaran pada anak didik.
Baik terhadap cara penyampaian materi, maupun pengembangan kurikulum, pendidik harus lebih banyak wawasan sehingga pelaksanaan kurikulum lebih berkualitas.
Hal tersebut disampikan Kasi Kurikulum Disdik HST, Basra, di sela Workshop Implementasi Kurikulum 2013, di Gedung Takraw, Desa Mamban , Kecamatan Angkinang, Hulu Sungai Selatan, Kalsel, Rabu (13/2/2019). Kegiatan yang dibuka Bunda Paud HSS, Hj Isnaniah Achmad Fikry yang juga Ketua TP PKK HSS tersebut diikuti 535 peserta, terdiri guru Kelompok Bermain, PAUD dan TK se-HSS.
Para guru PAUD se HSS peserta Worrkshop Implmentasi Kurikulum 2013
(banjarmasinpost.co.id/hanani)
Basra yang juga panitia penyelenggara menjelaskan, kurikulum 2013 mulai diterapkan pada 2014. Banyak inovasi yang dilakukan pada kurikulum tersebut.
Antara lain jika dulu sistem belajarnya kelopok, pada kurikulum 2013 lebih tersentral, sehingga pengajar pun dituntut harus mendalami apa yang dia sampaikan.
Pada kurikulum tersebut, para guru juga dituntut kreatif dalam menyiasati masalah ketiadaan fasilitas, seperti alat peraga.
“Misalnya memanfaatkan dari bahan lain yang ada di lingkungan sekitar. Atau dengan cara mengamati alam dan cara lainnya,”katanya.
Sementara, saat membuka Workshop, Bunda PAUD HJ Isnaniah menyampaikan, kegiatan yang melibatkan seluruh guru PAUD, Kelompok Belajar dan TK tersebut diharapkan mendorong peningkatan pengetahuan bagi tenaga pendidi, sehingga lebih kreatif, produktif dan inovatif.
“Dengan upaya ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan keadilan dalam pembangunan PAUD yang lebih berkualitas,”katanya.
Hj Isnaniah menyebut, anak merupakan anugrah Allah SWT, yang harus mendapatkan pendidikan yang baik.
Melalui workshop implementasi kurikulum 2013, diharapkan menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas, sehat serta berakhlak sesuai visi dan misi Bupati HSS.
Sebelumnya, Kadisdik HSS Nordiansyah menyampaikan, sesuai rancangan pembangunan jangaka menengah daerah (RPJMD) 2018-2023, salah satu poinnya memauat pelayanan di bidang pendidikan.
“Kualitas pelayanan pendidikan dapat ditingkatkan dengan upaya meningkatkan kompetensi tenaga pendidik sebagai ujung tombak. Karena pendidiklah yang langsung berhadapan dnegan peserta didik,”katanya.
Workshop tersebut menghadirkan narasumber dari Jakarta, Bunda Sisilia Maryati, salah satu penggagas kurikulum 2013. Pada kesempatan itu, Sisilia memberikan cinderamata kepada Bunda PAUD HSS Hj Isnaniah berupa sebuah buku karyanya terkait pendidikan anak usia dini tersebut. (AOL/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bunda-paud-hss-yang-juga-ketua-tp-pkk.jpg)