Berita HSS

Pelajar HSS Dilarang Rayakan Hari Valentine, SMAN 1 Kandangan Tugaskan OSIS Memantau

Pelajar HSS Dilarang Rayakan Hari Valentine, SMAN 1 Kandangan Tugaskan OSIS Memantau

Pelajar HSS Dilarang Rayakan Hari Valentine, SMAN 1 Kandangan Tugaskan OSIS Memantau
crosscards.com
Ucapan Hari Valentine 2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Pelajar di Kabupaten Hulu Sungai  Selatan dilarang merayakan hari valentine, atau valentine day.

Larangan tersebut disampaikan Bupati Hulu Sungai Selatan, H Achmad Fikry,melalui surat edaran Nomor 420/257- Disdik tentang Larangan Perayaan Valentine Day  Bagi Pelajar di HSS. 

Alasannya, menjaga agar pelajar di HSS terhindar dari kegiatan yang bertentangan dengan norma agama (akidah), norma sosial dan budaya Indonesia.

Surat edaran tersebut mengatur tiga poin, yaitu melarang siswa merayakan hari valentine  di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. 

Kepada pihak sekolah agar mengawasi kegiatan siswanya pada  14 Februari 2019, serta tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar serta kegiatan ekstra kurikuler di sekolah masing-masing.

Baca: Blak-blakan Petugas KUA Soal Pernikahan Syahrini dan Mantan Luna Maya, Reino Barack

Baca: Kumpulan Ucapan Hari Valentine (Valentine Day) 2019, Ungkapan Romantis di Hari Kasih Sayang

Poin ketiga, pihak  sekolah meminta orang tua/wali siswa agar mengawasi dan tidak memperbolehkan anak-anaknya merayakan Valentine Day,  di rumah atau di tempat-tempat lainnya.

Menanggapi hal tersebut, salah satu sekolah, yaitu SMAN 1 Kandangan menyatakan, tak masalah dengan larangan tersebut, karena siswa di sekolah tersebut juga tak terbiasa dengan budaya valentine.

“Kalau di sekolah, sejak dulu dijamin tidak ada perayaan. Entah kalau di luar sekolah,”kata Kepsek, Herniyati Handayani, dikonfirmasi  banjarmasinpost.co.id, Rabu (13/2/2019).

Untuk pengawasan di luar sekolah, Kepsek menyatakan sudah menyampaikan kepada para orang tua. Sedangkan pengawasan di luar sekolah maupun di luar rumah, pihaknya menugaskan pengurus OSIS melakukan pemantauan.

“Jika ada temuan, misalnya kedapatan merayakan valentine di suatu tempat, tentunya bakal diberikan sanksi pembinaan, bersama orangtuanya,”kata Herniyati.

Dijelaskan, 14 Februari bukan hari libur, sehingga saat disekolah aktifitas siswa terpantau. Selain itu, sorenya tetap dilaksanakan kegiatan ekstra kurikuler, sehingga tak ada waktu bagi siswa merayakan valentine.

Baca: Kriss Hatta Bandingkan Diri dengan Raffi Ahmad Saat Rayu Ayu Ting Ting, Eks Hilda Vitria Sebut Duda

Menurutnya, kebijaka larangan tersebut juga dikeluarkan DIsdik provinsi Kalsel. Pihaknya sendiri sependapat, valentine day bukan budaya INdoensia.  Khususnya di HSS yang mayoritas masyarakatnya muslim, yang taat pada aturan agama Islam.

Sementara, Aisyah, salah satu pelajar SMKN 1 Kandangan menyatakan, belum tau soal larangan tersebut. Meski demikian, sebagai pelajar dia tak keberatan karena memang tak pernah merayakannya.

“Sesuai ajaran Islam yang cinta damai dan ajaran Rasulullah agar senantiasa saling berkasih sayang antarsesama, setiap hari adalah hari kasih sayang. Menyayangi orang tua, saudara, adik, kakak, guru dan semua makhluk ciptaan Allah. Jadi tak ada hari khusus berkasih sayang. Apalagi berduaan dengan non muhrim,” katanya.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)  

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved