B Focus Banua Anam

Ragam Wisata di HST, dari Religi, Bahari, hingga Wisata Buatan

Tiga wisata alam bahari ini merupakan wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan sistem retribusi untuk PAD

Ragam Wisata di HST, dari Religi, Bahari, hingga Wisata Buatan
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Rabu (13/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Di HST ada beragam wisata.

Yakni wisata alam bahari seperti Pagat di Batu Benawa, Air Panas di Hantakan, dan Log Laga Ria di Haruyan.

Tiga wisata alam bahari ini merupakan wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan sistem retribusi untuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) di sektor pariwisata.

Sayangnya, banyaknya persaingan akhir-akhir ini membuat PAD dari wisata bahari tak terpenuhi.

Yang mencapai target hanya wisata Log Laga Ria.

Baca: Postingan Terbaru Raisa yang Dikabarkan Melahirkan, Unggahan Hamish Daud Banjir Ucapan Selamat

Baca: Misteri Angka 12 dalam Cinta Ammar Zoni dan Irish Bella, Postingan Ayah Ibel Saat Tunangan Disorot

Baca: Kronologi Ricuh Sidang Ahmad Dhani, Pengakuan Suami Mulan Jameela yang Juga Eks Maia Estianty

Baca: Respons Hotman Paris Soal Level Sabar Ala Istrinya, Nagita Slavina dan Wanita Pemilik Scoopy

Baca: Bukti Pernikahan Ahok BTP dan Puput Nasititi Devi Dekat? Mantan Veronica Tan Tampil Mesra di Bali

Dirincikannya, untuk Pagat dari target Rp 127.500.000 hanya tercapai Rp 72.500.000, Air Panas dari target Rp 37.500.000 hanya tercapai Rp 32.750.000, dan Log Laga Ria dari 17.500.000 tercapai Rp 22.190.000.

Selain itu ada wisata religi yakni Masjid Al A'la, Masjid Keramat Palajau, Makam Keramat Wali Katum, Ponpes Ibnul Amin.

Di HST juga ada wisata Buatan yakni Wisata Baruh Bunga yang dikelola swasta.

Sedangkan potensi wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah ada 21 objek wisata.

Hampir semuanya dikelola oleh karang taruna.

"Yang dikelola bumdes hanya wisata river tebing meratus Desa Alat. Sisanya masih karang taruna termasuk Gua Limbuhang Haliau," bebernya.

Banyaknya wisata yang tumbuh, tak menutup kemungkinan jika nanti akan ada pajak pariwisata mengingat tak mungkin pemkab menarik retribusi.

"Tapi kalau pajak masih jauh. Yang penting ekonomi masyarakat meningkat," katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved