Sosok Perempuan Rambut Terpanjang Kalsel

Rambut Panjang Muslimah Tak Dipotong Sejak Umur 4 Tahun, Bila Dipotong Paksa Ini yang Terjadi

Sekitar akhir tahun 2018 tadi Muslimah merelakan rambut panjangnya dipotong Suami, Riffani. Suasana saat potong rambut pun berlangsung tak biasa.

Rambut Panjang Muslimah Tak Dipotong Sejak Umur 4 Tahun, Bila Dipotong Paksa Ini yang Terjadi
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Muslimah, ibu rumah tangga warga Desa Kiram Kabupaten Banjar, dengan rambut panjangnya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sekitar akhir tahun 2018 tadi Muslimah, warga Desa Kiram Kabupaten Banjar, merelakan rambut panjangnya dipotong suami, Riffani. Suasana saat potong rambut pun berlangsung tak biasa.

Bukan di salon atau oleh penata rambut khusus, Riffani memotong rambut Muslimah dengan cara berdiri saja. Karena bila duduk akan kesulitan melihat ujung rambut sejajar telapak kaki.

"Iya saat digunting saya sambil berdiri saja. Karena saya tidak mau potong banyak, sedikit saja agar tak sentuh lantai saja. Bila tak dirapikan akan terus tumbuh, " ucap Muslimah.

Kini Muslimah sudah punya anak dua, anak pertamanya sudah sekolah SD umur 10 tahun, sementara anak bungsunya baru empat tahun.

Muslimah mengatakan rambut panjangnya itu seolah sudah punya ikatan batin dengan dirinya. Sejak umur empat tahun tidak pernah dipotong.

Baca: Rambut Muslimah Warga Kiram Kabupaten Banjar Ini Panjang Menjuntai ke Lantai bak Rapunzel

" Pernah dipotong waktu saya kelas lima SD. Saya sampai nangis-nangis seharian. Waktu itu dipotong sebahu," ucap Muslimah merasa bersalah akan kenangannya itu.

Kini setelah berkeluarga paling tiga kali potong itupun sedikit dan hanya merapikan. Muslimah dengan sederhana menyebut alasannya karena suka rambut panjang.

Padahal seolah ada misteri karena bila rambutnya dipotong paksa dia tak hanya menangis tapi bisa jatuh sakit.

"Jadi merapikan sedikit ketika potong rambut saja itu tidak asal potong begitu saja, misal saya mimpi potong rambut ya langsung besoknya saya potong rambut sedikit. Tapi bila sampai dipaksa, memaksakan potong rambut saya bisa sakit nanti," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved