Berita HST

Sebanyak 60 Petugas Rumah Tahanan Kelas IIB Barabai Dites Urine, Begini Hasilnya

Sebanyak 60 petugas rumah tahanan di Rumah Tahanan Kelas IIB Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, dites urine.

Sebanyak 60 Petugas Rumah Tahanan Kelas IIB Barabai Dites Urine, Begini Hasilnya
HO/Kepala Rutan Barabai Agung
Pemeriksaan urine petugas Rumah Tahanan Kelas IIB Barabai, Kamis (14/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sebanyak 60 petugas rumah tahanan di Rumah Tahanan Kelas IIB Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, dites urine pada Kamis (14/2/2019).

Hasilnya, tak ada satu pun petugas Rutan Barabai yang terbukti menggunakan narkoba alias negatif.

Komandan Jaga di Rumah Tahanan Kelas IIB, Sahri, juga ikut diperiksa. Menurutnya, tak masalah jika ada pemeriksaan rutin terhadap petugas rumah tahanan.

Apalagi, tak menutup kemungkinan adanya petugas rumah tahanan yang menggunakan narkoba. "Untungnya saya bukan pemakai (pengguna narkoba, red). Jadi hasilnya negatif," katanya.

Dibeberkannya pemeriksaan seperti ini rutin dilakukan. Terlebih pemeriksaan urine yang dilakukan hari ini juga dadakan.

"Dadakan semuanya. Tahu-tahu ada tes. Tapi ini bukan kali pertama," bebernya.

Baca: Lapas Amuntai Musnahkan 27 Jenis Barang Bukti Hasil Razia. Ternyata Handphone Paling Banyak

Baca: Fatmathalia, Mahasiswi Kedokteran ULM Wakili Kalsel di Ajang Putri Indonesia 2019, Ini Prestasinya

Kepala Rumah Tahanan Kelas IIB, Barabai, Agung Supriyanto, mengatakan tes urine dilakukan rutin. Hal ini menghindari adanya penggunaan narkoba pada petugas rumah tahanan.

Selain itu, pada Kamis (14/2/2019) juga dilakukan tes urine pada sejumlah rumah tahanan dan lembaga permasyarakatan yang ada di Kalimantan Selatan. Hal itu berdasarkan Surat Edaran Nomer pas-54.PK.01.04.03 tahun 2013 tentang Pedoman Lapas Rutan/Cabang Rutan Bebas Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba.

Selain itu, jug dipertegas dengn Surat Edaran Dirjenpas Nomor pas-126.PK.02.10.01 tahun 2019 tentang Langkah-Langkah Progresif dan Serius Pembertantasan Narkoba di Rutan/Cabang Rutan Lapas dan Lapas Khusus Anak.

"Pemeriksaan ini khusus pegawai rumah tahanan dan lapas. Kami menggunakan petugas kesehatan di rumah tahanan. Hasilnya sudah langsung di dapat. Untungnya semua negatif. Kami juga ingin mengetahui sejauh mana pegawai rumah tahanan berperan memberantas narkoba," katanya.

Menurutnya, jika ada pegawai rumah tahanan yang positif akan dilakukan pembinaan. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved