Taniran Kampung Paurutan di HSS

Tinggal Tiga Ahli Pijat Tulang di Taniran Kubah, Tiap Hari Pasiennya Selalu Ramai

Meski ahli pijat tulang dan syaraf legendaries tersebut telah tiada, Desa Taniran Kubah, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Tinggal Tiga Ahli Pijat Tulang di Taniran Kubah, Tiap Hari Pasiennya Selalu Ramai
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Rumah almarhum H Jinawi di Desa Taniran yang masih terawat dan kini ditinggal anaknya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Meski ahli pijat tulang dan syaraf legendaries tersebut telah tiada, Desa Taniran Kubah, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, tetap terkenal sebagai kampung ahli pijat, atau dalam bahasa lokal kampung paurutan.

Apalagi sampai sekarang, ada dua ahli pijat tulang di desa tersebut. Selain Hj Masnah (45), anak perempuan pewaris ilmu pijat ayahnya H Jinawi, juga ada Ayan, alias Mahrani (40) dan adiknyaMulydi (35). Tiap hari, ketiga ahli pijat saraf dan tulang tersebut selalu ramai dikunjungi orang.

Namun, banjarmasinpost.co.id belum berhasil menemui ahli pijat dua bersaudara tersebut, karena tiap hari mereka sibuk bercocok tanam padi.

“Biasanya ada di rumah antara selepas salat asar sampai menjelang magrib, kalau ada yang mau pijat,” kata salah satu warga.

Baca: Manguak Kisah Tukang Pijat Legendaris Spesialis Patah Tulang HSS, Disebut-sebut Terkenal Sejak 1970

Baca: Warga NTT Kaget Campur Takut! Ayam Baru Disembelih, di Hatinya Muncul Tulisan 2020 dan 10D2E01

Baca: Naik Haji Berkah dari Menolong Penderita Patah Tulang, H Jinawi Juga Suka Sedekah

Menurut warga, keduanya juga punya keahlian memijat karena keturunan dari juriat ayahnya Jafar.

“Banyak juga orang yang minta bantuan Ayan dan Yadi, hampir tiap hari ada. Sama juga dengan Hj Anah, tiap hari silih berganti orang mau pijat. Orang dewasa hingga anak-anak,“ kata Maria Ulpah, Sekdes Taniran Kubah.

Dijelaskan, para ahli pijat di desa tersebut tak ada yang meminta imbalan, atau pasang tarif, karena mereka mengedepankan semangat menolong, sebagaimana dilakukan para orangtua mereka.

Diakui, di desa Taniran banyak tukang pijat, namun yang ahli tulang dan saraf hanya tiga orang tadi.

“Kalu yang bisa mijat untuk relaksasi saja banyak,”ungkap Maria.

Menurutnya, melegendanya ahli pijat H Jinawi, membuat banyak orang mencari ahli pijat tulang ke desa Taniran sampai sekarang.
“ALhamdulilah ada keturunan-keturunan ahli pijat di kampung ini yang meneruskan,”katanya.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved