Berita Tapin

Relawan Demokrasi KPU Tapin Ditanyai Amplop, Disangka Utusan Partai Politik dan Caleg

Adawiyah, warga Desa Pabaungan Pantai, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, merupakan warga pemilih.

Relawan Demokrasi KPU Tapin Ditanyai Amplop, Disangka Utusan Partai Politik dan Caleg
kolase Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Relawan demokrasi KPU Tapin saat sosialiasi basis marginal memilih di Desa Pabaungan Pantai, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Sabtu(16/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Adawiyah, warga Desa Pabaungan Pantai, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, merupakan warga pemilih.

Namanya tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap di TPS 002 Desa Pabaungan Pantai. Saat disambangi Relawan Demokrasi Kabupaten Tapin, ia menduga utusan partai politik dan calon legislatif (caleg).

Padahal, kehadiran anggota Relawan Demokrasi berjumlah empat orang, Herman Hidayat, Gazali Rahman, Amrullah dan Dwi Ariani sudah dilengkapi topi dan seragam berbahan kaus bertulis Relawan Demokrasi.

"Aku minta maaf, apakah kalian ini calon legislatif dari partai politik. Apakah ada amplopnya," katanya kepada satu relawan, Sabtu (16/2/2019).

Baca: BREAKING NEWS - Pesawat Lion Air Tergelincir di Bandara Supadio Pontianak Kalbar, Nasib Penumpang?

Lantas, pertanyaan Adawiyah, dijawab relawan kalau kegiatan mereka hanya mengajak dan memotivasi pemilih menyalurkan hak pilih dan tidak bermuatan politik.

Inilah aksi relawan demokrasi KPU Tapin saat sosialiasi basis marginal memilih di Desa Pabaungan Pantai, Kecamatan Candi Laras Selatan,  Kabupaten Tapin, Sabtu(16/2/2019)
Inilah aksi relawan demokrasi KPU Tapin saat sosialiasi basis marginal memilih di Desa Pabaungan Pantai, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Sabtu(16/2/2019) (Banjarmasinporst.co.id/mukhtar wahid)

Keberadaan Relawan Demokrasi adalah mengimbau atau mengajar pemilih agar menyalurkan hak suaranya secara tepat sesuai hati nurani.

"Surat suara yang diterima jangan sampai tidak dicoblos. Coblos tanda gambar atau nama sekali saja. Kalau berkali-kali coblosnya dianggap tidak sah," kata Gazali Rahman. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved