B Focus Urban Life

Penderita di DBD Paling Banyak di Kota Banjarbaru, ini Konsekuensi Jika Daerah Menetapkan KLB

LIMA pasien DBD di Kalsel yang meninggal dunia menjadi perhatian berbagai kalangan.

Penderita di DBD Paling Banyak di Kota Banjarbaru, ini Konsekuensi Jika Daerah Menetapkan KLB
BPost Cetak
B Focus Urban Life edisi cetak Senin (18/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - LIMA pasien DBD di Kalsel yang meninggal dunia menjadi perhatian berbagai kalangan.

Kepala Dinkes Kalsel, Muslim melalui Kabid P2PL Dinkes Kalsel, Syahriani memaparkan peningkatan tersebut diakibatkan peralihan musim yang masuk hujan.

Dari jauh hari disiagakan kemudian antisipasi akan adanya serangan Demam berdarah.

Dijelaskannya, Penyelidik Epidemiologi memastikan kasus positif DBD dengan menyurvei larva jentik dan myamuk dewasa.

Baca: Nikita Mirzani Ikut Bongkar Kekejaman Mbak Vera, Mantan Manajer Artis Olga dan Billy Syahputra

Baca: Buka-bukaan Cakra Khan Soal Kabar Syahrini dan Mantan Luna Maya, Reino Barack Akan Menikah

Baca: Curhat Istri SBY, Ani Yudhoyono yang Sakit Kanker Darah, Ibu AHY Ungkapkan Rasa Kagetnya

Baca: Permintaan Maaf Tommy Tjokro Usai Prabowo Diserang Jokowi Urusan Pribadi, Debat Capres PIlpres 2019

Kemudian Pembersihan sarang Nyamuk dan Fogging harus fokus.

"Kita bersama Dinkes Kabupaten/ Kota selalu menghimbau pengendalian Vektor DBD yang terbaik dengan 3M Plus, yakni Menguras bak air 1 minggu sekali untuk memutus rantai siklus hidup nyamuk Aedes, Menutup Tempat air, Mendaur ulang barang bekas plus Menghindari gigitan nyamuk," katanya.

Dari data sementara per Januari 2019, jumlah paling banyak kasusnya di Banjarbaru 140 kasus dengan tiga meninggal dari bulan Oktober 2018 hingga Januari.

Kemudian Kabupaten Banjar sebanyak 108 kasus, dan ketiga di Tabalong sebanyak 76 kasus.

Disebutkan dia, bahwa ada konsekuensi jika daerah menetapkan KLB, pendanaan pasien DBD ditanggung pemkab atau pemko setempat.

"Kalau sudah KLB, BPJS tidak bisa masuk. Karena daerah yang akan menanggungnya," terangnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved