Penutupan Jembatan Alalak

Ada Kendala Teknis, Penutupan Total Jembatan Alalak Diundur, Pelaksana Proyek Tak Mau Ambil Risiko

Penutupan total Jembatan Sungai Alalak atau Kayu Tangi Ujung yang semula dijadwalkan tanggal 25 Febaruari dipastikan diundur.

Ada Kendala Teknis, Penutupan Total Jembatan Alalak Diundur, Pelaksana Proyek Tak Mau Ambil Risiko
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Rabu (20/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penutupan total Jembatan Sungai Alalak atau Kayu Tangi Ujung yang semula dijadwalkan tanggal 25 Febaruari dipastikan diundur.

Perubahan jadwal penutupan ini dikarenakan ada kendala teknis.

Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin, Syahriliansyah, Selasa (19/2) menjelaskan, penundaan tersebut dikarenakan di lokasi pembangunan jembatan model cable stayed masih ada tiang jaringan listrik milik PLN dan tiang telkom.

"Semula kita jadwalkan tanggal 25 Februari, tapi dipastikan mundur. Kami menjadwal ulang penutupan total pada akhir bulan," kata Syahriliansyah.

Menurut dia, sudah ada kesepakatan sejak awal dengan pihak telkom dan PLN untuk memindahkan tiang tersebut.

Baca: Beda Postingan Mulan Jameela dan Maia Estianty Saat Ahmad Dhani di Penjara, Antara Pilu dan Sindiran

Baca: Arwah Julia Perez Masih Gentayangan dan Pulang ke Rumah Setiap Hari Jumat, Ternyata Jupe Butuh Ini

Baca: Dewi Perssik Singgung Soal Akhirat Saat Rosa Meldianti (Meldi) Menangis Ditetapkan Jadi Tersangka

Baca: Kemarahan Azriel Hermansyah pada Jerinx SID, Tak Terima Anang Hermansyah dan Ashanty Dihina!

"Tiang Telkom dan PLN berada di lokasi pembangunan oprit jembatan. Pihak pelaksana proyek tidak bisa membuat jalan peralihan lalu lintas kalau tiang tersebut tidak dipindahkan. Selain itu juga jika dipaksakan bekerja akan membahayakan pihak pelaksana," kata Syahril.

Menurut pria yang mempunyai panggilan akrab Khairil ini, pada 25 Februari tersebut tetap dilakukan penutupan, tapi hanya untuk simulasi atau uji coba pengalihan arus lalu lintas yang sifatnya hanya satu hari.

Sebelumnya dijadwalkan, simulasi terakhir pada tanggal 20 Februari.

"Simulasi terakhir tadinya kami jadwalkan tanggal 20, tapi karena ada penundaan maka simulasi terakhir kami alihkan tanggal 25. Tanggal 25 itu akan kami mantapkan rekayasa pengalihan arus lalu lintas, setelahnya akhir bulan baru ditutup total," urainya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved