Advetorial Adaro

Bertemu Si Pemalu di Kolong Jembatan Barito

Bicara destinasi wisata, Kalimantan Selatan sudah kadung identik dengan pasar terapung.

Bertemu Si Pemalu di Kolong Jembatan Barito
Dok PT Adaro untuk BPost Group
Penampakan Jembatan Barito berlatar belakang Pulau Bakut 

Menapakkan kaki di PulauBakut, rasanya sungguh berbeda dengan suasana di seberang. Rindangnya pepohonan membuat cuaca terasa sejuk.

Gerbang selamat datang dengan gambar siluet bekantan, membuat saya semakin tak sabar untuk melihat secara langsung primata yang terkenal pemalu ini.

Beberapa langkah darigerbang, tampak beberapa bangunan yang berdiri berdampingan. Itu adalah musala dan toilet untuk pengunjung.

Dua fasilitas itu menjadi nilai plus bagi tempat wisata ini, sebab bisa dibayangkan betapa repotnya bagi pengunjung jika harus menyeberang kelotok untuk menunaikan salat atau menuntaskan hajat.

Atraksi utama yang ditawarkan Pulau Bakut adalah mengelilingi pulau melalui titian kayu ulin sepanjang 650 meter. Sepanjang menyusuri titian, kita akan disuguhi berbagai macam flora dan fauna yang menghuni pulau. Di dua titik, terdapat menara pandang untuk menikmati lansekap utuh seisi pulau.

Bagaimana dengan si primadona berhidung panjang? Saat kami berkeliling pulau saat itu, mereka belum tampak. "Mungkin karena matahari masih terik, mereka belum mau keluar, kata salah satu petugas di Pulau Bakut.

Beberapa waktu kemudian, rombongan dari BKSDA Kalsel tiba di dermaga Pulau Bakut. Kami memulai syuting dengan konsep dialog santai dengan narasumber Mahrus Ariyadi, Kepala BKSDA Kalsel dan Rusdi Husin, QHSE Division Head PT Adaro Energy.

Sembari berjalan menyusuri titian yang kami lewati tadi, Mahrus Ariyadi dan Rusdi Husin menerangkan konsep pengembangan Pulau Bakut sebagai tempat wisata edukatif yang dilakukan oleh BKSDA Kalsel, serta keterlibatan Adaro dalam mendukung visi itu.

Saat menerangkan tentang populasi bekantan di Pulau Bakut yang berjumlah 67 ekor yang terbagi dalam 3 koloni, Mahrus tiba- tiba berhenti dan menunjuk ke sebelah kanan. “Nah, itu yang lagi dibahas muncul!” serunya.

Di sebelah barat pulau, sekelompok bekantan tampak bertengger di atas pohon. Sontak kami mengarahkan kamera kearah mereka. Monyet- monyet berhidung panjang itu sedang asyik menyantap dedaunan, seperti tak peduli dengan kehadiran kami.

Halaman
1234
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved