Kisah Cewek Penyayang Kucing Liar

Ini yang Dilakukan Icha Agar Kucing Liar Tidak Kencing Sembarangan, Awas Kanker Rahim Si Manis!

"Iya, biasanya pukul 07.00 hingga 8.00, saya sibuk dengan kucing-kucing dulu. Dari mulai membersihkan kandang"

Ini yang Dilakukan Icha Agar Kucing Liar Tidak Kencing Sembarangan, Awas Kanker Rahim Si Manis!
Icha untuk Banjarmasinpost.co.id
Khairunnisa bersama kucing kesayangannya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mentari pagi telah keluar dari persemayamannya, sekaligus pertanda sudah waktunya untuk memulai aktifitas hari itu.

Tidak terkecuali dilakukan Khairunnisa atau akrab disapa Icha, perantau asal banua yang tinggal kini di Jogjakarta itu pun selalu sibuk dengan berbagai aktivitasnya.

Dari mengurus hingga mempersiapkan diri sebelum ke tempat aktivitas kerjanya, perempuan satu ini juga tidak lupa membersihkan kandang kucing-kucingnya.

"Iya, biasanya pukul 07.00 hingga 8.00, saya sibuk dengan kucing-kucing dulu. Dari mulai membersihkan kandang hingga memberi makan mereka," kata Icha.

Baca: Bermodalkan Kadang Ayam, Perempuan Ini Rawat Belasan Kucing Liar Sekelas Kucing Persia

Kucing-kucing liar peliharaan Khairunnisa.
Kucing-kucing liar peliharaan Khairunnisa. (Icha untuk Banjarmasinpost.co.id)

Icha mengatakan saat ini setidaknya sebanyak 19 ekor kucing ia pelihara dan rawat di kosannya.

Kucing-kucing tersebut semula ia kumpulkan selain berasal datang dari luar atau dibuang secara sengaja orang lain, ia pungut, hingga berkembang biak secara alami.

Namun tingginya tingkat populasi membuat Icha pun tak ingin mengambil risiko terhadap kucing-kucing yang ia rawat.

Baca: Tinggal di Kos Ukuran 3x3 Meter di Jogja, Icha Hidup Seranjang dengan 19 Kucing Liar Kesayangannya

Khairunnisa atau akrab disapa Icha bersama kucing kesangannya.
Khairunnisa atau akrab disapa Icha bersama kucing kesangannya. (Icha untuk Banjarmasinpost.co.id)

Terlebih menurutnya kucing liar akan riskan mengalami stres, hingga kanker rahim sekalipun.

Oleh karena itulah, Icha pun kemudian menuruti saran seorang temannya. Ia mensteril atau mengebiri sejumlah kucingnya untuk mengendalikan populasi.

"Kucing musim kawin itu rentan mengalami stress, tidak mau makan, sering berkelahi dan bahkan kanker rahim khusus betina karena keseringan kawin dan beranak," jelasnya.

Selain itu, tindakan sterilisasi menurut Icha juga berfungsi agar sang kucing yang biasa kencing sembarangan pun berkurang.

Sehingga kosannya yang biasanya berbau pesing, kini lambat laun bisa tertangani.

"Ya namanya juga kucing liar kan. Tapi Alhamdulillah dengan steril tadi, beberapa masalah itu bisa tertangani," jelasnya.
(banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved