Kisah Cewek Penyayang Kucing Liar

Pelihara Kucing Liar yang Dibuang, Icha Sempat Dikatain 'Wong Gendeng'

Memelihara belasan kucing rupanya tidak serta merta memberikan kesenangan semata bagi Khairunnisa atau akrab disapa Icha saja.

Pelihara Kucing Liar yang Dibuang, Icha Sempat Dikatain 'Wong Gendeng'
Icha untuk Banjarmasinpost.co.id
Khairunnisa atau akrab disapa Icha saat membeli makanan kucing kesayangannya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Memelihara belasan kucing rupanya tidak serta merta memberikan kesenangan semata bagi Khairunnisa atau akrab disapa Icha saja.

Melainkan beberapa kisah duka pun tentu mengiringinya selama menggeluti hobi dan rutinitas tersebut.

Satu diantaranya menurut Icha, saat awal mula memelihara kucing liar tersebut ia pun tidak terlepas mendapatkan pertentangan dari beberapa tetangganya.

Sehingga tak heran, mereka yang tidak suka dengan kedatangan kucing liar itu kemudian secara diam-diam membuangnya.

Baca: Ini yang Dilakukan Icha Agar Kucing Liar Tidak Kencing Sembarangan, Awas Kanker Rahim Si Manis!

Baca: Bermodalkan Kadang Ayam, Perempuan Ini Rawat Belasan Kucing Liar Sekelas Kucing Persia

Baca: Tinggal di Kos Ukuran 3x3 Meter di Jogja, Icha Hidup Seranjang dengan 19 Kucing Liar Kesayangannya

" Ya kan dulu sempet keliaran bebas gitu. Jadi karena sering masuk ke rumah tetangga, dan merasa risih, mereka kemudian membuangnya," kata Icha.

Tidak hanya itu, serangan bully juga tidak jarang datang menyerang kepada perempuan berusia 26 tahun itu.

Terlebih dengan kebiasaannya yang rela menghabiskan banyak waktu, tenaga dan uang demi memelihara kucing liar, sehingga dianggap sia-sia.

Khairunnisa atau akrab disapa Icha bersama kucing kesangannya.
Khairunnisa atau akrab disapa Icha bersama kucing kesangannya. (Icha untuk Banjarmasinpost.co.id)

Namun bagi Icha hal itu hanyalah dianggapnya angin lalu. Icha yang merasa yakin perbuatannya tersebut benar, tidak patah arang memelihara dan merawat kucing-kucing liar.

"Bahkan pernah terang-terangan lho bilangnya. Ada yang ngatain, wong edang, wong gendeng lah, tapi bagi saya, cuek saja. Karena saya pikir mereka memang tidak senang dengan keberadaan kucing," kata Icha.

Terpenting, tambah Icha lagi, kini ia telah melakukan sesuatu yang benar sesuai hati nuraninya. Ia yang tidak tega melihat kucing terlantar terlebih menjelang ajal, berusaha memberi terbaik sesama makhluk Tuhan.

"Kalau ditanya apa kesenangan saya selama mereka mereka. Alhamdulillah, sekarang saya puas karena bisa melihat kucing liar sehat. Selain itu dengan memelihara kucing ini, saya juga dapat keluarga adopter yang baik dan menjaga kucingnya kayak anggota keluarga. Tidak meanggap sekedar kucing, " jelasnya. (banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved