Berita Tabalong

Puluhan Pekerja Kelapa Sawit Datangi Disnaker Tabalong, Ini yang Dilakukan Mereka

Puluhan warga yang telah putus kontrak dari PT Astra Agro Lestari (AAL) mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja, Kamis (21/02/2019).

Puluhan Pekerja Kelapa Sawit Datangi Disnaker Tabalong, Ini yang Dilakukan Mereka
banjarmasin post group/ reni kurnia wati
Puluhan warga yang telah putus kontrak dari PT Astra Agro Lestari (AAL) mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja, Kamis (21/02/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Puluhan warga yang telah putus kontrak dari PT Astra Agro Lestari (AAL) mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja, Kamis (21/02/2019).

Kedatangan mereka menyampaikan keberatan atas putusnya kontrak kerja, sekitar 50 orang yang datang merupakan buruh pekerja lapangan yang selama beberapa bulan terakhir dipekerjakan di lingkungan perusahaan PT AAL Desa Hayup Kecamatan Haruai.

PT AAL merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Sebelumnya ada empat orang yang telah putus kontrak dan juga melakukan mediasi dengan pihak perusahaan dan didampingo oleh Dinas Tenaga Kerja. Dan masih belum menghasilkan kesepakatan, dan pada Rabu (20/02/2019) ada puluhan pekerja lagi yang dinyatakan perusahaan putus kontrak.

Baca: Sikap Jokowi Saat Jenguk Istri SBY, Ani Yudhoyono, Ibu AHY Disebut Didoakan Seluruh Warga Indonesia

Wahdianor salah seorang pekerja yang telah putus kontrak mengatakan dirinya berharap bisa kembali bekerja.

"Kami sudah berupaya untuk mengikuti target dan menjalankan kewajiban yang diperintahkan perusahaan, kami berharap bisa kembali bekerja," ujarnya.

Para pekerja yang rata rata telah bekerja selama enam bulan ini mendapatkan upah dari perusahaan sebesar Rp 2,5 juta perbulan.

Syahrul Ketua Dewan Perwakilan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum ( FSP KEP -KSPI ) ikut mendampingi puluhan pwkerja yang datang.

Dirinya mengatakan pihak perusahaan dianggap memutuskan hubungan kerja secara sepihak, karena status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dianggap tidak sesuai.

"PKWT yanh dilaksanakan perusahaan tidak sesuai dengan undang undang ketenagakerjaan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved