Eksistensi Tradisi Unik di Kalsel

Daftar Sajian Makanan Saat Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya di Sungai Kalsel

Daftar Sajian Makanan Saat Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya di Sungai Kalsel

Daftar Sajian Makanan Saat Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya di Sungai Kalsel
Dok M Reza untuk BPost Group
Tradisi memberi makan buaya siluman di Sungai Bilu Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Daftar Sajian Makanan Saat Tradisi Memberi makan siluman buaya di Sungai tentu akan berbeda dengan buaya asli.

Strategy advisor KAKIkota Banjarmasin, Reza mengungkapkan, sejumlah sajian telah disiapkan oleh sebuah keluarga saat melakukan tradisi memberi makan siluman buaya

Makanan yang disajikan saat melakukan tradisi memberi makan buaya adalah kue-kue yaitu Upung (Mayang Kandung dari Pohon Pinang) melambangkan Badan, Bogam (Rangkaian Bunga Melati Kenanga dan Mawar) yang melambangkan telinga, Pisang Mahuli yang melambangkan gigi, Ketan Kuning dan Telur Ayam Kampung yang melambangkan Perut dan Pusar serta Sasuap (Bungkusan Daun Sirih, Kapur, Buah Pinang, Rokok dari Tembakau dan Daun Nipah).

Sesajian ini disebut melambangkan Lima Rukun Islam artinya tradisi tradisional Banjar memiliki ikatan kuat dengan tradisi Islam.

Baca: Live RCTI! LINK Live Streaming Arema FC vs Persib Bandung Piala Indonesia Jumat (22/2), Jawapos TV

Baca: Jawaban Mengejutkan Adik Ahok Saat Disebut Tak Restui Pernikahan BTP dengan Puput Nastiti Devi

Baca: Pesan Ahmad Dhani ke Al Ghazali Saat Jenguk Suami Mulan Jameela, Maia Estianty Malah Posting Ini

Baca: Ini Kelanjutan Hubungan Aaliyah Massaid dan Putra Bungsu Maia Estianty dan Ahmad Dhani, Dul Jaelani

"Isinya itu dan makanan yang dihanyutkan ke air itu justru malah dimakan anak-anak yang berenang di sungai," imbuhnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (22/2/2019).

Sementara salah satu keturunan pemeliharaan buaya siluman, Norsehat, yang merupakan warga Gang Baru Jalan Samudera Pelaihari mengatakan makanan yang disediakan oleh neneknya yang asli masih menemui buaya siluman yaitu lamang, pisang Mahuli, telur dan kopi.

"Cuma kalau kami memang dibawa ke sungai tapi dibacakan doa selamat dan dimakan bersama tidak dihanyutkan ke air," ujarnya.

Saat mengadakan selamatan di sungai terang Sehat memang muncul air sungai yang bergelombang tapi hanya yang meneruskan memelihara yang dapat melihat.

"Kalau kata nenek saya dulu itu gaduhan itu buaya kuning," ujar perempuan asal Kandangan ini.

Kisah Keturunan Pemelihara Siluman Buaya

Halaman
123
Penulis: Milna Sari
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved