Eksistensi Tradisi Unik di Kalsel

Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya Ternyata Masih Ada Bahkan di Pusat Kota Banjarmasin

Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya Ternyata Masih Ada Bahkan di Pusat Kota Banjarmasin

Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya Ternyata Masih Ada Bahkan di Pusat Kota Banjarmasin
Dok M Reza untuk BPost Group
Tradisi memberi makan buaya siluman di Sungai Bilu Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tradisi Memberi Makan Siluman Buaya Ternyata Masih Ada Bahkan di Pusat Kota Banjarmasin

Siluman buaya atau buaya kuning dan buaya putih kerap menjadi cerita serta tradisi di masyarakat, tak terkecuali Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel.

Namun tak hanya menjadi cerita, salah satu tradisi yang masih dilakukan oleh pemelihara buaya siluman yaitu memberi makan buaya dengan cara menghanyutkan makanan ke sungai masih tetap dilakukan.

Tradisi pemelihara buaya siluman sering disebut Melabuh dan ada juga yang menyebut melarut.

Tradisi ini ternyata tak hanya cerita belaka, komunitas KAKIkota Banjarmasin misalnya membuktikan masih eksisnya tradisi memberi makan buaya siluman ini.

Baca: Pesan Ahmad Dhani ke Al Ghazali Saat Jenguk Suami Mulan Jameela, Maia Estianty Malah Posting Ini

Baca: Tangisan Denada Saat Jokowi & Iriana Jokowi Temui Shakira Aurum Usai Jenguk Istri SBY, Ani Yudhoyono

Baca: Santer Kabar Pernikahan Syahrini & Reino Barack, Luna Maya Malah Foto Bareng Cowok Romantis Ini

Baca: Hasil Akhir Chelsea vs Malmo dalam laga Leg 32 besar Liga Europa, Skor 3-0, Gol Oliver Giroud

Terang Strategy Advisor KAKIKota Banjarmasin, Muhammad Reza kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (23/2/2019) menemukan tradisi ini saat berkeliling untuk dalam rangkaian menuju Festival Kolaborasi Nyawa Sungai Banjarmasin Masa Depan saya dan bertemu Mastiah yang sedang menyiapkan bahan atau sesaji untuk tradisi Melabuh dalam rangka persiapan upacara Mandi Mandi Hamil tujuh Bulanan dan Malabuh Tahunan untuk Keluarga yang memiliki ikatan dengan makhluk gaib.

"Kita ketemu tradisi itu di Sungai Bilu Kampung Hijau, tapi rata-rata di Sungai Lulut, Pengambangan dan Sungai Jingah masih ada yang melakukan tradisi itu," ujarnya.

Baca: Cuaca Kalsel Hari Ini Jumat (22/2), Seluruh Daerah Berpotensi Hujan Lokal dan Cenderung Berawan

Baca: Daftar Lengkap Tim yang Lolos 16 Besar Liga Europa Usai Hasil Arsenal vs Bate dan Chealsea vs Malmo

Tradisi memberi makan buaya itu terang  Reza dilakukan setiap setahun sekali bagi orang dewasa, untuk mandi mandi tujuh bulanan saat hamil, dan saat bayi umur tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan dan 12 bulan.

"Kita juga sempat mengabadikan tradisi itu melalui kamera," ujarnya.

Kisah Keturunan Pemelihara Siluman Buaya

Halaman
123
Penulis: Milna Sari
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved