Berita Regional

Kronologi Kapal Pembangkit Listrik Asal Turki Disegel di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan PLN

Kronologi Kapal Pembangkit Listrik Asal Turki Disegel di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan PLN

Kronologi Kapal Pembangkit Listrik Asal Turki Disegel di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan PLN
(PLN)
Kapal Pembangkit Listrik Marine Vessel Power Plant Karadeniz Zeynep Sultan sedang berlayar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kronologi Kapal Pembangkit Listrik Asal Turki Disegel di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan PLN

Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) Cerah Bangun mengatakan, pihaknya telah menyegel kapal pembangkit listrik Leasing Marine Vessel Power Plant (LMVPP) Karadeniz berkapasitas 120 Megawatt (MW), di Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

"Betul, kita memang segel ( Kapal Pembangkit Listrik )karena izin impor sementaranya selama tiga tahun sudah jatuh tempo," katanya saat dihubungi Kompas.com via telepon, Minggu (24/2/2019) pukul 15.45 Wita.

Menurut Cerah, selama ini izin impor kapal pembangkit listrik tersebut hanya sementara. Hal itulah yang menyebabkan ada penyegelan.

Baca: Gempa Bumi 5,3 SR Guncang Gorontalo Buat Warga Berhamburan, BMKG : Kedalamannya 71 Km

Baca: Jadwal Timnas U-22 Indonesia vs Thailand di Final Piala AFF U-22 2019 Live RCTI

Baca: SAKSIKAN! Live Streaming TVRI Manchester City vs Chelsea, Final Piala Liga Inggris atau Carabao Cup

Baca: Timnas Indonesia vs Thailand di Final! Hasil Akhir Kamboja vs Thailand Piala AFF U-22 2019, Skor 3-5

"Saat ini izinya sementara diproses. Namun, izinnya bukan diperpanjang tapi didefinitifkan. Jadi impor resmi gitu. Kalau selama ini kan impor sementara namanya. Bisa saja izin impornya selamanya. Dari impor sementara, menjadi impor selamanya. Itu bisa," ujarnya.

Ia menambahkan, kalau ada izin dari pihak PLN bahwa listrik akan terganggu, pihaknya akan memberi izin dipakai dulu.

"Saat ini kapal memang disegel. Tapi biar disegel sebenarnya bisa beroperasi, agar jangan tenggelam, juga bisa memproduksi listrik," ungkapnya.

Soal berapa lama izin impor akan keluar, kata Cerah, tergantung pihak kapal.

"Prosesnya tergantung mereka. Kalau mereka cepat datang, sehari dua hari selesai. Yang berkewenangan terkait kapal ini kan bukan PLN. PLN hanya nyewa ke importir. Bukan PLN punya itu. Kita sudah koordinasi dengan pihak PLN," sebutnya.

Sementara, pihak PLN Wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo, telah menyampaikan informasi kepada publik lewat akun Facebook-nya.

Halaman
12
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved