Berita Banjarmasin

Penari Muda Dari Rantau Siap Terima Warisan dan Melestarikan Bagandut Mandung

Kepeduliannya terhadap aset budaya daerah membuat Aida Ariani giat mempelajari seni tarian lokal khas Banjar terutama yang sudah langka.

Penari Muda Dari Rantau Siap Terima Warisan dan Melestarikan Bagandut Mandung
istimewa/Aida Ariani untuk Banjarmasinpost.co.id
Aida Ariani, penari muda asal Rantau, Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepeduliannya terhadap aset budaya daerah membuat Aida Ariani giat mempelajari seni tarian lokal khas Banjar terutama yang sudah langka.

Salah satu tarian yang ia pelajari adalah tarian Bagandut Mandung-Mandung, tarian langka yang hampir punah.

"Saat ini saya masih mempelajari tarian dari kakek saya. Semasa muda, almarhum kakek Abdullah Mandung dan almarhumah nenek Ernawati adalah penari asal Desa Pandahan, Rantau," jelas gadis kelahiran 14 September 1998 ini.

Karena tidak terlalu banyak orang yang memahami dan tahu jadi ia sebagai keturunan beliau atau pewaris harus mengetahui dan mempelajarinya.

Baca: Indonesia ke Final! Hasil Akhir Timnas U-22 Indonesia vs Vietnam di Piala AFF U-22 2019, Skor 1-0

Baca: Jadwal MotoGP 2019, Tes MotoGP Qatar- Maverick Vinales Tercepat, Marc Marquez Crash, Rossi?

Menurut Aida, dulu kakeknya sudah tak mampu memperagakan tarian tersebut karena faktor usia. Demikian pula neneknya sudah kurang bisa menyanyikan syairnya.

"Jadi dibantu ibu saya dalam belajar, karena alhamdulillah ibu saya bisa sedikit-sedikit syairnya," tukas Aida.

Sedangkan untuk gerakan tariannya belajar dengan Julak Muklis, seperti halnya para seniman di Barikin.

Aida yang berasal dari Desa Hiyung, Tapin, masuk jurusan seni tari di STKIP PGRI Banjarmasin karena kakeknya minta ada cucu yang menggeluti seni tari.

Mahasiswi semester VI ini menjelaskan, tarian Bagandut Mandung-Mandung termasuk tari berpasangan sejenis Jaipong.

Sekarang bukan bagandut disebutnya tapi bejapin. Gandut itu sebutan untuk biduannya yang jika dikasih uang barulah mau menari.

Baca: Live RCTI! Jadwal Liga Inggris Pekan 27 Malam Ini, Man United vs Liverpool & Arsenal Vs Southampton

Baca: Hasil PSIS Semarang vs Bhayangkara FC, Skor Akhir 1-4, Bhayangkara FC ke 8 Besar Piala Indonesia

Seorang pegandutan jua harus menguasai seni beladiri dan sebagainya untuk menjaga diri, karena gerakan dalam tarian itu laki-lakinya mencoba mencolek pegandut sehingga dalam tariannya ada tangkis-tangkisannya.

"Dulu, semasa muda kakek dan nenek bepasangan menari," tukasnya.

Tarian ini sejenis tarian Tirik Lalan yang makna tariannya tentang seorang raja yg membujuk istrinya karena mau ditinggal jauh.

"Tirik Lalan itu juga belajarnya dari kakek saya. Tari ini gabungan tari Tirik dan tarian Lalan," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved