Berita Banjarmasin

Geopark Pegunungan Meratus Diprotes Walhi, Fajar Desira Sebut Target 2020 Jadi Geopark Internasional

Ketua Badan Pengelola Geopark Nasional Pegunungan Meratus, Nurul Fajar Desira langsung menanggapi pernyataan protes dari WALHI Kalsel

Geopark Pegunungan Meratus Diprotes Walhi, Fajar Desira Sebut Target 2020 Jadi Geopark Internasional
Nia Kurniawan
Ketua Badan Pengelola Geopark Nasional Pegunungan Meratus, Nurul Fajar Desira 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua Badan Pengelola Geopark Nasional Pegunungan Meratus, Nurul Fajar Desira langsung menanggapi pernyataan protes dari WALHI Kalsel dan 31 organisasi lainnya soal Geopark Meratus.

Geopark Meratus yang sudah dideklarasikan merupakan program yang sangat serius, program nasional bahkan internasional. Agenda besar untuk masa depan dalam upaya penyelamatan pegunungan Meratus.

Perkara protes dan pernyataan sikap dari Walhi Kalsel dan organisasi lainnya karena persoalan hal ini masih baru dideklarasikan, dan dia katakan akan segera lakukan sosialisasi.

"Memang belum sosialisasi, kami kedepan akan kumpulkan (WALHI dan organisasi lainnya) untuk diskusi bersama. Pasalnya, target tahun depan jadi Geopark Internasional. Dan kami Optimis," katanya.

Kedepan juga akan melatih Pokdarwis dari masyarakat setempat jadi agen wisata. " Kita akan sosialiasi dan road show," katanya.

Baca: WALHI Cemaskan PT AGM Susun AMDAL, Pegunungan Meratus Tidak Aman dan Cabut Status Geopark

Baca: Kalsel Catat Sejarah, Deklarasikan Pegunungan Meratus Menjadi Taman Bumi (Geopark) Nasional

Baca: Jadwal & Live Streaming RCTI Final Piala AFF U-22 2019 Timnas U-22 Indonesia vs Thailand, Mohon Doa!


Dikatakannya, dengan adanya Geopark meratus melindungi dan menyelamatkan. Mulai dari kebudayaan, biodiversiti, geodiversiti hingga memanfaatkan ekonomi.

"Dengan Geopark justru masyarakat setempat yang akan memanfaatkan. Dikelola mereka. Dibantu pemerintah pusat mempromosikan. Tidak ada menghilangkan hak hak warga setempat. Kami lindungi," katanya.

Menurut dia, Pegunungan Meratus menyimpan banyak potensi kekayaan alam yang patut diproteksi. Fajar berkata Meratus terbentuk 200 juta tahun lalu akibat tumbukan lempeng Pasifik dan Asia yang memicu dasar laut naik ke permukaan. Alhasil, kata dia, bebatuan Pegunungan Meratus didominasi ofiolit (batu kerak dasar laut) dengan usia ratusan juta tahun silam.

Geopark Nasional Pegunungan Meratus menjadi bagian dari 19 geopark nasional. Pada 2019, Fajar berfokus membenahi dan mengoptimalkan 36 geosite agar mendatangkan manfaat bagi warga lokal. Menurut dia, geopark tidak lantas menghilangkan adat lokal karena masyarakat tetap dilibatkan dalam pengelolaan.

Adapun pada 2020, Pemprov Kalsel akan mendaftarkan ke UNESCO agar Geopark Nasional Pegunungan Meratus berstatus internasional, seperti empat geopark lain di Indonesia.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved