Berita Kotabaru

Warga Pulau Sembilan Kotabaru Ini Harus Naik Bukit dan Tempuh 1 Km Hanya untuk Cari Signal Hp

Warga Desa Maradapan Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru, sangat sulit untuk berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten, kerabat dan keluarga

Warga Pulau Sembilan Kotabaru Ini Harus Naik Bukit dan Tempuh 1 Km Hanya untuk Cari Signal Hp
Desa Maradapan untuk Banjarmasinpost.co.id
Titik warga Desa Maradapan Kecamatan Pulau Sembilan berkumpul untuk mendapatkan Signal handphone. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Warga Desa Maradapan Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru, sangat sulit untuk berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten, kerabat dan keluarga yang berada di Kotabaru.

Pasalnya, mereka masih sangat kesulitan untuk mendapatkan signal handhone. Apalagi jaringan internet yang juga masih sangat sulit dijangkau.

Tanpa adanya jaringan telepon, maka aktivitas masyarakat masih terbatas karena sulitnya untuk berkomunikasi.

Di Desa Maradapan sendiri, ada satu titik dimana ada jaringan telepon. Di titik tersebut juga harus naik bukit dan dataran tinggi. Jarak yang ditempuh dari pemukiman warga sekitar 1 KM.

Hal ini diungkapkan Kepala Desa Maradapan, Gozali Rahman kepada Banjarmasinpost.co.id. Gozali mengakui sulitnya jaringan telepon yang da didesanya yang jauh dari Pusat kota Pulau Laut Kotabaru.

Baca: Jadwal & Live Streaming RCTI Final Piala AFF U-22 2019 Timnas U-22 Indonesia vs Thailand, Mohon Doa!

Baca: Jadwal Siaran Langsung MNCTV Persija Jakarta vs Becanex Binh Duong di Piala AFC 2019 (AFF Cup 2019)

Baca: Jawaban Sule Saat Ditanya Tentang Syahrini Oleh Hotman Paris, Tak Berkutik Ditanya Naomi Zaskia


"Kami sangat kesusahan kalau didesa kami, apalagi kalau ada informasi-informasi lain, kami akan sulit tahu apalagi berurusan dengan pihak pemerintahan. Pasti kami ketinggalan," katanya.

Sulitnya jaringan telepon membuat mereka tertinggal dari desa lainnya. Begitu juga informasi lainnya karena dari luar juga tak bisa menghubungi.

"Jadi cuma disatu titik itu yang ada jaringan. Nah jadi kalau sudah hari Sabtu atau Minggu, di titik itu pasti ramai orang kayak pasar hanya untuk telponan. Karena banyak juga keluarganya diluar daerah jadi menghubungi satu kali dalam satu minggu," katanya.

Titik tersebut lebih mereka kenal dengan sebutan Tanjung. Bila ada orang yang bilang hendak ke Tanjung, sudah dipastikan akan cari sinyal telepon seluler. Semuanya sulit dan jarak ke Marabatuan pun juga cukup jauh.

"Sudah kesulitam transportasi umum, ditambah lagi dengan sulitnya jaringan telepon. Serba sulit kami disana," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotabaru, H Irian Noor, Senin (25/2/19) permasalahan jaringan memang sudah lama dikeluhkan. Sebab saat ini, jaringan di beberapa desa masih terbilang sangat sulit.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, jajarannya sudah mendatangi Kementrian BUMN untuk mengatasi permasalahan itu. Jajarannya mengajukan satelit sistem VSAT di wilayah Kotabaru.

"Kami sudah datang ke Kementrian BUMN. Jadi tinggal menunggu kabarnya dengan harapan bisa direalisasikan mengingat kondisinya geografisnya cukup sulit," katanya.

Dia menjelaskan, Sitem VSAT ini merupakan sistem yang bisa menangkap sinyal. Alat penghubung jaringan sistem VSAT, nantinya asal ada antena seperti piringan diwilayah tersebut maka sudah bisa menerima sinyal.

"Alatnya berupa piringan seperti parabola, itu menyerap signal sehingga tidak perlu lagi adaBTS. Kalau BTS itu, operasional juga lebih mahal apalagi melewati laut," katanya.

Bila itu disetujui, maka sistem yang digunakan bisa kerjasama berupa kontrak. Sehingga warga pelosok tak lagi kesulitan jaringan telepon dan internet.

"Jadi sistemnya kontrak kalau ACC dan alat ini lebih cangggih dan lebih efektif yang bisa memperkuat signal," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved