Breaking News:

KalselPedia

KalselPedia - Mengenal Kampung Inggris Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana di Batola

Julukan itu diberikan karena hampir semua penduduk desa mahir berbahasa Inggris. Desa dengan kemahiran itu adalah produk program transmigrasi.

Penulis: Edi Nugroho | Editor: Elpianur Achmad
dok/banjarmasipost.co.id
ACARA karnaval pembukaan acara English Camp sekaligus perayaan HUT ke 5 Kampung Inggris, Komplek Agropolitan, Karang Indah, Kecamatan Mandastana, Barito Kuala, Jumat (22/9/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - SIAPA sangka, di Kabupaten Barito Kuala, ada Kampung Inggris di Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana. Julukan itu diberikan karena hampir semua penduduk desa mahir berbahasa Inggris. Desa dengan kemahiran itu adalah produk program transmigrasi.

Pengembangan skill berbahasa Inggris di kawasan transmigrasi seperti yang dilakukan di Desa Karang Indah adalah produk unggulan yang akan direplikasi untuk kawasan transmigrasi lainnya.

Pengembangan tersebut sangat penting terutama untuk kawasan yang memiliki potensi bidang pariwisata, seperti Papua dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Desa Karang Indah adalah gambaran sukses dari pengembangan transmigrasi yang juga merupakan bagian dari Kota Terpadu Mandiri (KTM) Cahaya Baru.

Kampung Inggris Transmigrasi pertama di Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel) secara resmi pernah dibuka dan diresmikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans), Muchtar Lutfie di Desa Karang Indah, Selasa (27/8/13) silam.

Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 1.500 orang masyarakat transmigran di desa tersebut yang terdiri dari anak-anak sekolah dan orangtua.

Kampung Inggris ini merupakan rintisan desa dari kawasan transmigrasi sehingga disebut juga dengan Kampung Inggris Transmigrasi. Kegiatan Bahasa Inggris di kampung ini sudah dirintis sejak Oktober 2012, bahkan "soft launching" secara formal telah dilakukan awal November 2012. Para penduduknya yang merupakan transmigran berprofesi sebagai petani. Pekerjaan mereka sehari-hari adalah budidaya komoditas Jeruk Siam.

Pendirian kampung Inggris di kawasan transmigrasi ini mengadopsi konsep Kampung Pare di Kediri, Jawa Timur yang semua penduduknya mahir berbahasa Inggris. Kampung Inggris di Kalsel ini pilot project yang selanjutnya akan diikuti di kawasan-kawasan transmigrasi lainnya.

Konsep pendirian kampong Inggris di lokasi-lokasi transmigrasi ini dilakukan sebagai terobosan untuk meningkatkan kualitas SDM transmigran dan masyarakat sekitar agar mahir berbahasa Inggris.

Di kampung ini, terdapat 4 (empat) kelompok lokasi rumah penduduk yang disediakan secara sukarela. Kegiatan belajar ini dilaksanakan dengan fasilitas yang sederhana yaitu duduk bersama (lesehan) di teras rumah atau outdoor dilengkapi hanya dengan sebuah white board. Namun demikian anak-anak transmigran tetap semangat belajar, karena didukung dengan metode belajar yang santai, menyenangkan namun tetap serius.

Untuk pengembangan Kampung Inggris di Batola ini, Pemerintah pusat pernah memfasilitasi pengiriman 10 orang pemuda desa untuk berlatih selama 6 bulan menjadi tutor di Kampung Inggris Pare Jawa Timur.

Sementara itu, Pemkab Barito Kuala meningkatkan kualitas jalan menuju desa sehingga akses menjadi mudah dan nyaman. (banjarmasinpost.co.id/edi nugroho).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved