Berita Tanahlaut

Usai Kehilangan Atap Rumah Pasca Terjangan Angin Kencang, Begini Nasib Warga Pelaihari

Suasana rumah Dwi yang tertiup angin kencang meniup atap dapurnya. Beberapa rumah warga di Desa Pabahanan Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanahlaut

Usai Kehilangan Atap Rumah Pasca Terjangan Angin Kencang, Begini Nasib Warga Pelaihari
Dok Dwi untuk BPost Group
Suasana rumah Dwi yang tertiup angin kencang meniup atap dapurnya. Beberapa rumah warga di Desa Pabahanan Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan di Kompleks Wengga, Senin (25/2/2019).

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dwi tak menyangka angin kencang meniup atap dapurnya. Hujan deras dan angin kencang meniup beberapa rumah warga di Desa Pabahanan Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan di Kompleks Wengga, Senin (26/2/2019).

"Kami ngumpul di ruang tengah saja karena takut kemana-mana," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (27/2/2019).

Kejadian angin puting beliung mengangkat atap rumahnya hingga ke blok sebelah terang Dwi terjadi sekitar pukul 2 siang saat hujan turun dengan sangat deras dan petir menyambar-nyambar.

Sebelum atapnya yang terbuat dari seng terangkat memang terang Dwi terdengar suara sangat berisik. Setelah itu atap justru terbang jauh.

Tak hanya atap dapur, sebagian atap ruang tengah sebutnya juga hampir lepas dari rangka atap. Selain itu perabotan rumah tangga Dwi juga sebagian rusak karena angin misalnya lemari.

Baca: Hasil Persija Jakarta vs Becamex Binh Duong di Piala AFC (AFC Cup 2019), Skor 0-0 di Babak Pertama

Baca: SAKSIKAN Live Streaming Timnas U-22 Indonesia vs Thailand di Final Piala AFF U22 2019, Cek Link RCTI

Baca: LIVE STREAMING RCTI Timnas U-22 Indonesia vs Thailand, Siaran Langsung Final Piala AFF U-22 2019

"Parabola kami juga terangkat," tambahnya.

Untungnya tak ada keretakan pada dinding karena tiupan angin puting beliung. Ia mengatakan juga bersyukur karena petir tak menyambar ke rumahnya, melainkan ke pohon pisang sebelah rumahnya.

Hingga kini rumah Dwi Karsini masih tak beratap. Ia mengatakan masih belum ada dana untuk memerbaiki atap.
"Masih beratap langit begini," ujarnya.

Terhimpun ada tiga buah rumah yang terdampak, yaitu rumah Mansah di bagian teras, Mama Zaki juga dibagikan teras dan HM Yusuf mengalami rusak parah di bagian dapur.

Baca: Pesan Roy Marten Untuk Kriteria Calon Gading Marten, Sindir Gisella Anastasia?

Baca: Jelang Pemilu 2018, Universitas Pertahanan dan ULM Banjarmasin Tandatangani MoU

Sementara berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Tanahlaut ada satu buah rumah rusak berat di Kompleks Wengga Blok A Rata Jalan Bougenville dengan kondisi 75 persen rusak berat. Sedangkan jumlah jiwa yang terdampak ada lima orang.

Terhimpun kejadian angin puting beliung yang terjadi di Kecamatan Pelaihari juga mengakibatkan pohon tumbang di beberapa tempat. Di RS Citra Borneo Medika misalnya dua pohon tumbang di area parkir menimpa mobil yang terparkir. Selain itu dampak angin puting beliung juga menumbangkan pohon di depan Klinik Zahra Pelaihari dan menimpa mobil.

Saat ini diketahui korban angin puting beliung belum menerima bantuan apapun. 

(banjarmasinpost.co.id / milna sari)

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved