Sisi Lain Tradisi Pengantin Banjar

Jangan Salah Meyakini Soal Hitung-Hitungan Aksara Perjodohan, Salah Artikan Menjadi Dosa Syirik

Selama ini masih ada kepercayaan di masyarakat yang mengatakan jika terlalu tinggi aksara pada nama anak maka si anak akan cerewet atau nakal.

Jangan Salah Meyakini Soal Hitung-Hitungan Aksara Perjodohan, Salah Artikan Menjadi Dosa Syirik
Istimewa Apeksi
Ilustrasi: Galuh Nur Ismy diusung sebagai Pengantin Banjar di Acara Apeksi di Jambi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Selama ini masih ada kepercayaan di masyarakat yang mengatakan jika terlalu tinggi aksara pada nama anak maka si anak akan cerewet atau nakal.

Begitu pula keyakinan tentang apabila saat akan menikah calon mempelai harus 'dilihat' bagaimana kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa mendatang sebagai pasangan suami istri.

Caranya adalah dengan menghitung aksara atau nama dari calon mempelai tersebut.

"Ini yang masih menjadi perdebatan karena tidak semua orang bisa menerima hasilnya," terang Haji Jumberi, salah seorang yang biasa dimintai tolong menghitungkan aksara calon pengantin kepada Banjarmasinpost.co.id, (06/02/2019).

Baca: Mau Dapat Jodoh yang Oke! Begini Cara Menghitung Aksara Agar Temukan Nama Terbaik, B(ba)=2 D(dal)=4

Baca: Ketika Jodoh Ditemukan, Haji Jumberi Pun Bermain Dengan Angka-angka Demi Jodoh yang Terbaik

Baca: Jika Hitungan Nama Calon Mempelai Tak Cocok, Boleh Ubah Nama

Menurutnya, jika salah mengartikan ini bisa menjadi dosa syirik.

"Salah-salah seseorang bisa dengan penuh meyakini jika sesuatu yang buruk terjadi gara-gara bilangan," lanjut pria 74 tahun itu.

Menurutnya, apa yang selama ini biasa dilakukan lewat hitung bilangan itu adalah bagian dari adat istiadat yang ada di masyarakat serta tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

(Banjarmasinpost.co.id/noor masrida)

Penulis: Noor Masrida
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved