Breaking News:

Sisi Lain Tradisi Pengantin Banjar

Jika Hitungan Nama Calon Mempelai Tak Cocok, 'Boleh' Ubah Nama

Salah satu tradisi yang dilakukan calon pengantin Banjar adalah menghitung aksara untuk mengetahui apakah calon mempelai

Penulis: Noor Masrida | Editor: Didik Triomarsidi
Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida
Tradisi pengantin Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Salah satu tradisi yang dilakukan calon pengantin Banjar adalah menghitung aksara untuk mengetahui apakah calon mempelai pria dan wanita cocok atau tidak jika membina rumah tangga.

Kegiatan menghitung aksara ini sudah berlaku turun temurun sejak dahulu kala dan masih dilakukan sebagian orang hingga saat ini.

Di tanah Jawa, tradisi menghitung nama seseorang ini dikenal sebagai hitungan Weton.

Nah, rupanya pada hitung aksara adat Banjar ini ada hal yang cukup unik lho.

Nama dari calon mempelai pria atau wanita bisa ditambahkan maupun dikurangi.

Hal tersebut berlaku jika ketika nama si pria dan wanita yang telah dihitung tak menemukan kecocokan.

Baca: Di Negara Tempat Syahrini Reino Menikah, Ternyata Ada Tradisi Membuang Orangtua di Hutan untuk Mati

Baca: Detik-detik Mau Nikah dengan Syahrini, Mulai Terkuak Masa Lalu Reino Barack yang Penuh Perjuangan

Baca: Syahrini dan Reino Barack Menikah, Begini VIDEO Suasana Terkini Masjid Camii Tokyo yang Jadi Lokasi

"Misalnya aksara (hitungan) nama perempuannya lebih tinggi, atau sebaliknya. Bisa namanya ditambahkan," papar Haji Jumberi, salah seorang yang biasa dimintai tolong menghitungkan aksara calon pengantin kepada Banjarmasinpost.co.id, (06/02/2019).

"Agar pasangan itu tak ada yang lebih dominan saat berumah tangga nantinya," paparnya kemudian.

"Misalnya ya, namanya Maimunah, si pria namanya Zulkifli, nah saat dihitung ternyata aksara si pria terlalu tinggi, nama si wanita pun bisa ditambahkan agar jarak hitunganya terlalu jauh," jelas Jumberi.

"Si wanita namanya bisa ditambah misalnya Siti atau yang lainnya," lanjut Jumberi.

Dikatakannya pula, jika nama salah satu mempelai ditambahkan untuk kepentingan ijab kabul, maka orang-orang yang terlibat di pernikahan harus diberitahu demi menghindari kesalahpahaman.

"Jadi wali dikasih tahu, orangtua dikasih tahu, saksi dan orang-orang terdekat harus dikasih tahu, agar nantinya tidak salah paham saat ijab kabul nama yang disebutkan berbeda dari nama asal," papar Jumberi.

Lebih lanjut, pengubahan nama dari mempelai ini hanya dilakukan saat ijab kabul saja, bukan mengubah nama untuk registrasi dan catatan sipil.

(Banjarmasinpost.co.id/noor masrida)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved