Berita Kabupaten Banjar

Persiapan Pemilu 2019, Pemkab Banjar Belajar Langsung ke Daerah ini

Melihat kesiapan Kabupaten Sidoarjo dalam melaksanakan Pemilu pada 17 April 2019 mendatang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)

Persiapan Pemilu 2019, Pemkab Banjar Belajar Langsung ke Daerah ini
humas pemkab banjar
Kunjungan tersebut langsung dipimpin Bupati Banjar, H Khalilurrahman 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Melihat kesiapan Kabupaten Sidoarjo dalam melaksanakan Pemilu pada 17 April 2019 mendatang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banjar melakukan kunjungan kerja ke Sidoarjo.

Kunjungan tersebut langsung dipimpin Bupati Banjar, H Khalilurrahman.

Turut serta Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Muji Martopo dan Komandan Kodim 1006/Mtp, Letkol Arm Siswo Budiarto, Ketua TP PKK Kabupaten Banjar, Hj Raudhatul Wardiyah, Kepala Kesbangpol Kabupaten Banjar, Aslam, dan Kepala Dinas Komifo Persandian Kabupaten Banjar, HM Farid Soufian.

Bupati Banjar, H Khalilurrahman mengatakan, maksud dan tujuan kunjungan kerja untuk melihat kesiapan dalam menghadapi Pemilu Legislatif dan Pilpres April 2019.

Memilih Kabupaten Sidoarjo karena dianggap siap melaksanakan pesta demokrasi tersebut.

Baca: Kisah Dibalik Prewedding Ammar Zoni dan Irish Bella, Mantan Ranty Maria Ungkap Harapan pada Allah

Baca: Perasaan Maia Estianty & Irwan Mussry Kembali ke Masjid Camii, Tempat Nikah Syahrini & Reino Barack

Baca: Kekasih Billy Syahputra, Hilda Vitria Galau Saat Kriss Hatta Didoakan Berjodoh dengan Ayu Ting Ting

Baca: Kondisi Luna Maya Saat Syahrini dan Reino Barack Resmi Menikah Diunggah Ayu Dewi : Tanda Bahagia

Pria yang akrab disapa Guru Khalil itu menjelaskan kondisi geografis Kabupaten Banjar.

Kabupaten Banjar memiliki luas wilayah sekitar 4.668,50 kilometer persegi atau sekitar 12,20 persen dari luas wilayah Provinsi Kalsel dan terbagi kedalam 20 kecamatan, 227 desa dan 13 Kelurahan serta berada pada jalur trans Kalimantan.

Ditambah lagi dengan kondisi geografis dan sosial yang beragam, sehingga rentan dapat terjadi konflik dan berpotensi mengancam stabilitas keamanan di daerah.

“Kami juga tidak dapat memungkiri, pada pelaksanaan Pemilu di setiap daerah memiliki potensi terjadinya konflik. Karena itu, upaya mencegah terjadinya konflik menjadi sangat penting dan paling utama,” katanya.

Menyadari dengan kenyataan tersebut, menjadi salah satu latar belakang kunjungan ke Kabupaten Sidoarjo, dan meyakini bahwa sangat tepat untuk memilih Kabupaten Sidoarjo, sebagai tempat belajar, serta bertukar informasi tentang segala tahapan dan proses menjelang pelaksanaan Pemilu nantinya.

Selain itu, Kabupaten Sidoarjo telah berkembang dengan pesat, memiliki SDM yang produktif, kondisi sosial politik serta keamanan yang relatif stabil, dan keunggulan Kabupaten Sidoarjo adalahsebagai wilayah strategis pintu masuk ke Provinsi Jawa Timur (Kota Surabaya).

“Harapan besar kami, jajaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dapat berkenan berbagi ilmu dan pengalaman tentang manajemen antisipasi terpadu pengamanan pra dan pasca pelaksanaan Pemilu. Dengan harapan semoga jalannya pelaksanaan pemilu pada bulan April di Kabupaten Banjar dapat aman terkendali,” ujar Guru Khalil.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Banjar, Aslam mengatakan, memilih daerah Sidoarjo karena merupakan pintu masuk ke Jawa Timur, kunjungan kerja dengan agenda persiapan masalah kepemiluan. Hasil kunjungan kerja ke Sidoarjo melihat kesiapan Forkopimda dalam pelaksanaan Pileg dan Pilpres yang mana dalam kesiapan-kesiapan tersebut tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan Forkopimda Kabupaten Banjar.

"Kalau di Sidoarjo para Forkopimdanya dalam kesiapan Pileg dan Pilpres rutin setiap satu bulan sekali mengadakan pertemuan, mudah-mudahan di Kabupaten Banjar juga melakukan pertemuan serupa," tambah Aslam.

(Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis:
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved