Berita Banjarbaru

UKM Produksi Makanan Masih Banyak Tak Urus Sertifikasi Halal, Ini Kata Kadis Perindustrian Kalsel

Sampai akhir 2018, tercatat ada 83 produk UKM Kalsel, namun sampai dengan saat ini baru 40 produk yang tersertifikasi halal dikeluarkan MUI Kalsel.

UKM Produksi Makanan Masih Banyak Tak Urus Sertifikasi Halal, Ini Kata Kadis Perindustrian Kalsel
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Ilustrasi - Stand Koperasi Serba Usaha UKM Idaman Banjarbaru yang menawarkan sedikitnya 60 produk, terutama produk makanan cemilan, sambal, amplang bahkan telur asin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID BANJARBARU - Terungkap masih banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kalsel yang masih belum mengurus sertifikat halal.

Sampai akhir 2018, tercatat ada 83 produk UKM Kalsel, namun sampai dengan saat ini baru 40 produk yang tersertifikasi halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Di tingkat kabupaten kota, jika dikumpulkan juga banyak yang terurus sertifikasi halal. Namun sangat kecil masih jika dibandingkan dengan jumlah yang ada.

Direktur LPPOM MUI Kalsel, H Udiantoro mengatakan bahwa untuk jenis restoran di Hotel Banjarbaru ada tiga yang sudah memiliki sertifikat halal.

"Untuk rumah makan tradisional kisarannya sudah ada 10 yang memiliki sertifikat halal," katanya.

Sementara untuk UMKM di Kota Banjarbaru sudah banyak yang memiliki sertifikasi halal sejak dua tahun terakhir ini.

Baca: Izin Mendagri, Alat Perekam e-KTP Kecamatan Alalak Batola Akhirnya Dipindah ke Kantor Baru

Baca: Penampakan Maia Estianty dan Irwan Mussry di Masjid Camii Saat Akad Nikah Syahrini dan Reino Barack

"Sudah ada 125 UMKM yang memiliki sertifikasi halal. Dalam dua tahun terakhir ini proses pengurusan ke LPPOM MUI Kalsel terus dilakukan dari UMKM Kota Banjarbaru," lanjutnya.

Pengurusan itu difasilitasi oleh Dinas koperasi usaha kecil menengah dan tenaga kerja Kota Banjarbaru dan dinas perdagangan kota Banjarbaru serta MUI Kota Banjarbaru.

Pihaknya juga terus mensosialisasikan dan menghimbau kepada pengelola rumah makan untuk melakukan pengurusan sertifikasi halal.

Mengingat batas akhir pengurusan sertifikasi halal itu pada Oktober 2019 mendatang sesuai dengan UURI No 33 Tahun 2014 tentang jaminan produk halal.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved