B FOCUS

Barito Putera Siap Bentuk Tim Putri : Fira dan Mey Bersedia Hijrah

Bagusnya lagi, atlet futsal putri ini siap hijrah ke sepak bola demi nama baik Banua. Satu yang siap hijrah adalah Anida Safa Safira.

Barito Putera Siap Bentuk Tim Putri : Fira dan Mey Bersedia Hijrah
Capture Banjarmasin Post
Pemain Futsal Putri siap menjadi pemain bola. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - BILA sepak bola wanita kesulitan mencari pemain, di futsal banyak pemain berpotensi bahkan telah menuai prestasi nasional. Bagusnya lagi, atlet futsal putri ini siap hijrah ke sepak bola demi nama baik Banua. Satu yang siap hijrah adalah Anida Safa Safira.

"Kalau diminta tampil di sepak bola putri, saya siap," ujar ucap Fira kepada BPost, Selasa (26/2).

Sayang, imbuh gadis kelahiran Jember, 29-April-2002 ini, di Kalimantan Selatan minim klub, sehingga tidak bisa di adakan pertandingan secara rutin. "Pemain dan klubnya kan terbatas jadi tidak bisa ikutan," ujar pemain dari klub @rumahfutsal72 itu.

Fira menuturkan, dia menyukai futsal, selain karena hobi, dari futsal dia bisa belajar bagaimana tim berjuang ke satu tujuan dengan cara berbagi kepada rekan setim.

"Futsal memiliki ritme permainan yang lebih cepat daripada sepak bola. Dan saya lebih mudah menemukan permainan dan menerapkan strategi dari pelatih saat bermain futsal," tambah Fira.

Baca: Barito Putera Siap Bentuk Tim Putri, Djumadi Masrun : Perempuan Banua Tabu dan Malu-malu

Baca: Niat Syahrini Berhijab Usai Dinikahi Reino Barack Eks Luna Maya, Curhatannya Pada Ustadz Abdul Somad

Soal prestasi, Fira pernah menjadi best player dan juara I di SMP 22, beberapa kali membawa timnya berjaya mulai dari Mechanical FC 2017, Pandu Sakti 97 Cup, Kompetensi Pelajar Daerah (Kopda), HUT Excellent Futsal, RB Cup dab STIKIP Cup.

Selain Fira, pemain futsal putri lainnya, Mey, berminat menjajal tantangan baru di sepak bola wanita.

"Walaupun ada perbedaan yang signifikan antara futsal dan sepak bola, tetapi dari segi teknik dasar tidak jauh berbeda," kata pemilik nama lengkap Mey Putri Selpia Husiana itu. Gadis yang pernah tampil pada Women Pro Futsal League ini menilai sepak bola wanita khususnya di Kalsel, jauh ketinggalan oleh klub luar daerah, terutama di Pulau Jawa.

"Sebenarnya Kalsel mampu bersaing dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki putri daerah," ucap Mey optimistis. Walaupun rata-rata berasal dari pemain futsal, paling tidak menguasai teknik dasar bermain bola. Tinggal diasah skill dan kekompakkannya," tambah Mey.

Dia melihat, saat ini futsal putri berkembang pesat di sekolah-sekolah. "Saya yakin dengan latar belakang yang berbeda bisa terealisasikan rencana klub sepak bola wanita. Dengan catatan ada yang mewadahi," kata pemain yang meraih emas futsal pada Porprov Kalsel di Kabupaten Tabalong 2017.

Baca: Hasil Akhir Liverpool vs Watford di Liga Inggris, Skor Akhir 5-0, Umpan Salah & Eksekusi Mane

Baca: Hasil akhir Chelsea vs Tottenham Hotspurs di Liga Inggris, Skor akhir 2-0, Gol Pedro Rodriguez

Secara terpisah, asisten manager Barito Putera, Syarifuddin Ardasa menyatakan timnya siap berpartisipasi bila PSSI menggelar Liga 1 wanita. "Kami menunggu regulasinya dulu," kata Udin kepada BPost. Dia menambahkan, bila memang klub profesional harus membentuk tim wanita, maka Barito Putera siap melaksanakannya.

Bagaimana dengan pemainnya? Udin menyatakan pihaknya sudah memantau pemain berpotensi, baik lokal maupun nasional. Termasuk, imbuh dia, kemungkinan diperkuat para pemain futsal putri berbakat Banua. "Baik dari futsal maupun yang murni sepak bola," pungkas dia. (banjarmasinpost.co.id/arl)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved