Berita Kabupaten Banjar

Ini Penjelasan Badan Pengelola Tahura Terkait Jembatan Putus di Kabupaten Banjar

Bagi pengelola Tahura tidaklah menjadi masalah jika Dinas PUPR Kabupaten Banjar ingin memperbaikinya

Ini Penjelasan Badan Pengelola Tahura Terkait Jembatan Putus di Kabupaten Banjar
Camat Aranio untuk Banjarmasinpost.co.id
Warga menunjukan jembatan putus, Kamis (28/2). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Bagi pengelola Tahura tidaklah menjadi masalah jika Dinas PUPR Kabupaten Banjar ingin memperbaikinya. Diungkapkan Kepala Badan Pengelola Tahura Dishut Kalsel, Rahmad Riansyah, Kamis (28/2).

“Pada prinsipnya tidak menjadi kendala dalam perbaikannya bila dikaitkan dengan keberadaannya di dalam kawasan konservasi, mengingat jembatan tersebut merupakan salah satu fasilitas publik yang memiliki peranan vital dalam sebuah rangkaian infrastruktur yang telah ada,” katanya.

Menurut pria yang baru menjabat Januari 2019 itu, jembatan penghubung Desa Artain dan Banuariam di Kecamatan Aranio stidak bersifat komersial serta merupakan hajat hidup orang banyak, sehingga perbaikan perlu secepatnya dilaksanakan dengan tetap mengedepankan aspek kelestarian lingkungan dalam penggunaan bahan material perbaikan tersebut.

Baca: Bahan Mengandung Boraks Sangat Bahaya Dikonsumsi, Ini Penyakit yang Siap Mengancam

Baca: Gadis Cantik Asal Martapura Ini Siap Bertarung di Fashion Show Putri Muslimah Sasirangan

Mendapati laporan atas pemberitaan di Banjarmasinpost.co.id dengan judul http://banjarmasin.tribunnews.com/2019/02/28/jembatan-penghubung-dua-desa-putus-kabupaten-banjar-tak-berdaya-perbaiki-karena-masalah-ini, pihaknya sesegeranya akan meninjau ke lokasi.

“Segera akan kami cek dan kami tindaklanjuti,” pungkasnya.

Kepala Desa Artain, Asmadi mengatakan, sepengetahuannya jembatan tersebut dibangun oleh Dinas PUPR Kabupaten Banjar sekitar empat tahun yang lalu.

Dirinya menyangkal jika pembangunan jembatan tersebut disebutkan awalnya secara swadaya.

“PU dulu yang membangunkan. Tentu menjadi harapan kami jembatan yang putus bisa segera dibangunkan kembali, karena menjadi akses penghubung kedua desa, terlebih sekolah-sekolah ada di desa Banuariam,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis:
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved