Berita Tabalong

Pembayar Retribusi Hanya 10 Persen, Camat Diminta Bentuk Parkumpulan Pengusaha Sarang Walet

Dinas Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (DPPRD) Kabupaten Tabalong saat ini tengah berupaya meningkatkan retribusi sarang burung walet.

Pembayar Retribusi Hanya 10 Persen, Camat Diminta Bentuk Parkumpulan Pengusaha Sarang Walet
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati
Salah satu bangunan sarang burung walet yang ada di kawasan Mabuun Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Dinas Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (DPPRD) Kabupaten Tabalong saat ini tengah berupaya meningkatkan retribusi sarang burung walet. Pengusaha sarang burung walet saat ini terus bertambah hampir menyeluruh di Kecamatan.

Kepala DPPRD Erwan Mardani mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan sarang burung walet, dari 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tabalong terdapat 600 sarang burung walet. Target retribusi sarang burung walets pada 2019 adalah Rp 600 juta.

Jumlah ini memang masih rendah, namun DPPRD berupaya untuk terus meningkatkanya.

"Saat ini baru sekitar 10 persen pengusaha walet yang rutin melakukan pembayaran retribusi , kendala dilapangan beragam mulai dari kesadaran warga yang masih rendah hingga beralasan masih belum panen," ujarnya.

Peraturan Daerah Kabupaten Tabalong Nomor 7 Tahun 2011 mengatur bahwa pembayaran retribusi sarang burung walet adalah 9 persen dari hasil panen.

Baca: Tayang Perdana, Tiket Dilan 1991 Terjual 1800 Seat, Cinemaxx Q Mall Tambah Ruang Cinema Khusus

Baca: Jadwal Siaran Langsung Persib Bandung vs PS Tira Persikabo Piala Presiden, Ini Kata Kim Kurniawan

Baca: Foto dan Video Akad Nikah Syahrini dan Reino Barack Dicari, Postingan Terbaru Incess Jadi Sorotan

Erwan menambahkan untuk meningkatkan penarikan retribusi pihaknya bekerjasama dengan camat. Seluruh pengusaha walet di kecamatan dilakukan pendataan oleh kecamatan dan disatukan melalui perkumpulan atau paguyuban.

Sehingga sesama pengusaha sarang burung walet bisa saling sharing dan memberikan dukungan dalam pengembangan usaha dan dalam pembayaran retribusi daerah.

"Saat ini Kecamatan yang telah membentuk paguyuban adalah di kecamatan Benua Lawas, perkumpulan tersebut bahkan dibentuk resmi dan mendapatkan SK dari kecamatan, kedepan setiap kecamatan akan membentuk perkumpulan serupa," ujarnya.

Camat Benua Lawas H Jainudin mengatakan dengan adanya perkumpulan pengusaha sarang burung walet sangat membantu pihak kecamatan untuk menjalin hubungan baik dengan para pengusaha.

Melalui perkumpulan tersebut setiap pengusaha walet bisa saling mendukung dalam pengembangan usaha.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved