Berita HSS

Polres HSS Ungkap 16 Kasus Tindak Pidana Selama Februari 2019, Narkoba Masih Mendominasi

Polres Hulu Sungai Selatan mengungkap 16 kasus tindak pidana selama Februari 2019.

Polres HSS Ungkap 16 Kasus Tindak Pidana Selama Februari 2019, Narkoba Masih Mendominasi
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Wakapolres HSS Kompol Arief Himawan dan jajaran saat menggelar Press rilis mengungkapan kasus tindak pidana selama Februari 2019, Kamis (28/2/2019) di Mapolres HSS. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Polres Hulu Sungai Selatan mengungkap 16 kasus tindak pidana selama Februari 2019.

Dari 16 kasus tersebut, kasus penyalahgunaan narkoba mendominasi, yaitu delapan kasus dengan sembilan orang tersangka.

Semua kasus tersebut, kini masih dalam proses penyidikan Satreskrim dan Satres Narkoba Polres HSS.

Wakapolres HSS Kompol Arief Himawan, saat press rilis ekspose pengungkapan kasus tindak pidana selama periode 1-28 Maret di Mapolres HSS, Kamis (28/2/2019) menjelaskan, kasus narkoba menojol adalah kasus tertangkapnya seorang pengedar dari Banjarmasin, Mugni (41) di Jalan By Pass Kelurahan Jambu Hilir, Kandangan, Selasa lalu.

Baca: Warga Asing di Kalsel Terbanyak di Martapura, Imigrasi Tak Bisa Awasi Karena Kondisi Bandara

Baca: Perlakuan Nia Ramadhani ke Ardi Bakrie yang Sakit Tipes, Jessica Iskandar Beberkan Pengorbanan Teman

Dari tersangka, Polres HSS menyita 15,10 gram sabu, yang hendak di pasok ke pemesan di HSS.

Sebelumnya, berhasi digerebek rumah tersangka Suriani warga Bayanan Daha Utara, dengan barang bukti sebanyak 9,8 gram sabu, dari hasil pengembangan hasil penyidikan terhadap dua tersangka sebelumnya.

"Asal barang kebnayakan dipasok dari Banjarmasin. Ini terbukti dengan tertangkapnya pengedar dari Banjarmasin, yang berhasil kami gagalkan memasok sabu ke wilayah HSS,” kata Wakapolres didampingi Kasatnarkoba, KBO Rresrim serta perwakilan kejaksaan dan ulama HSS.

Dari mana pengedar Banjarmasin memperoleh barang berupa sabu tersebut? Wakapolres menyatakan mengungkap modus operandinya.

“Kami masih melakukan analisas,”katanya menjawab banjarmasinpost.co.id saat press rilis siang tadi. Selain kasus narkoba, tindak pidana umum ada delapan kasus, dengan jumlah tersangka 10 orang.

Di antara tindak pidana umum tersebut, ada pengungkapan kasus pembunuhan November 2018, yang dilatarbelakangi jual beli mobil dengan tKP di Jalan R Soeprapto.

Juga ada kasus penggelapan mobil avanza untuk urusan jual beli tanah. Kasus menonjol lainnya, kata Wakapolres adalah pelanggaran UU MIgas Nomor 22 Tahun 2001oleh warga Desa Seungai MAndala Daha Utara, yang kedapatan membawa 3.400 liter bensin tanpa izin mendistribusikannya, sebagaimana di atur UU tersebut.

Pihaknya juga mengungkap kasus pengangkutan 442 potong pengangkutan kayu ulin secara illegal, di Desa Mawangi Kecamatan Padang Batung, yang dijerat UU RI nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan.

Kasus lainnya, judi dadu dengan tersangka tiga orang, kasus senjata tajam, serta pencurian uang wakap di kotak amal di Jalan Sudirman Sungai Raya, HSS.

Wakapolres menyebut, Februari ini jumlah kasus yang diungkap lebih banyak ketimbang Januari, yaitu 15 Kasus.

“Komiten kami adalah terus bekerja keras memberantas tindak pidana di wilayah HSS, baik pidana umum, narkoba maupun tindak pidana lainnya dengan tetap meminta dukungan masyarakat HSS. Khususnya kasus narkoba, yang selama ini informasinya sering dibantu masyarakat,”katanya. (banjarmasinost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved