Berita Banjarmasin

Munas NU Sebut MLM Bisnis Haram, Pengusaha MLM Banjarmasin Anggap Halal, Ini Alasannya

Munas Alim Ulama dan Konferensi NU di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo, Jabar memutuskan sistem bisnis MLM adalah bisnis haram.

Munas NU Sebut MLM Bisnis Haram, Pengusaha MLM Banjarmasin Anggap Halal, Ini Alasannya
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, dari Rabu (27/2) hingga Jumat (1/3), memutuskan sistem bisnis Multi Level Marketing (MLM) adalah bisnis haram.

Namun keputusan tersebut mendapat pertentangan bagi pelaku usaha MLM di Banua.

Seperti Ati, ia tidak mengindahkan putusan Nahdatul Ulama (NU) bahwa sistem bisnis Multi Level Marketing (MLM) haram. Warga Banjarmasin ini tetap menjalankan bisnisnya yang sudah diikutinya beberapa tahun lalu.

Dari pengalamannya, Ati menarik kesimpulan bahwa MLM bisa dianggap halal, bisa juga dianggap haram.

“Kalau saya beranggapan halal. Karena yang saya dijalani adalah bisnis menjual produk. Bayar pakai uang dan dapat barang,” ujarnya, Sabtu (2/3).

Lain jika beli barang tapi tidak ada produknya alias memutar uang, sambil mencapai omzet tertentu setelah itu dapat bonus dan lainnya. “Nah itu jelas haram,” ujarnya.

Warga Banjarbaru yang mengaku pemain Bitcoin, Ifan, mengaku heran apa alasannya Bitcoin jadi diharamkan. “Bitcoin model bisnis, bukan merupakan MLM atau Ponzi. Karena itu merupakan asset digital sama seperti paypal, go pay, dan e-money lainnya,” ujarnya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Minggu (3/3) Everton vs Liverpool & Fulham vs Chelsea, Live RCTI

Baca: Bawa Sabu & Ekstasi di Palembang 2 Warga Banjarmasin Diupah 10 Juta, Polisi Sebut Rp 300 Juta

Baca: Hasil Akhir Tottenham Hotspurs vs Arsenal Liga Inggris, Skor Akhir 1-1, Ada Kartu Merah dan Penalti

Ifan menjelaskan, di dunia Bitcoin seseorang harus punya akun Bitcoin, terus buka akun di berbagai market agar bisa trading.

“Market yang saya ikuti indodax dan binance. Di kedua market itu saya tradingkan berbagai asset digital, yang salah satunya bitcoin. Cara main menggunakan hukum ekonomi, saat banyak suplai bitcoin maka harga akan turun, saat demand tinggi maka harga akan naik. Margin kedua transaksi itu merupakan profit bagi seorang trader bitcoin,” ujarnya.

Lindungi Masyarakat

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved