Mengenal Imis Bule yang Bukan Bule

Sudah Ribuan Turis Asing Dibawanya Sejak 1998, Imis Bule: Turis Asing Suka Besar, Lokal yang Kecil

Gelar Imis Bule atau Paman Bule yang disematkan pada motoris kelotok di Banjarmasin rupanya tidak sertamerta hanya gelar semata.

Sudah Ribuan Turis Asing Dibawanya Sejak 1998, Imis Bule: Turis Asing Suka Besar, Lokal yang Kecil
instagram @imis.bule
Imis Bule atau Paman Bule saat membawa turis asing susur Sungai Martapura. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Gelar Imis Bule atau Paman Bule yang disematkan pada motoris kelotok di Banjarmasin rupanya tidak sertamerta hanya gelar semata.

Ya, Misriani atau yang akrab dikenal sebagai Imis Bule sudah mengantarkan ribuan turis mancanegara untuk keliling sungai di Banjarmasin, Kalsel.

“Ratusan? Lebih, bahkan mungkin sudah ribuan yang saya antarkan,” ucap Imis.

Terlebih, lelaki ini telah lama menggeluti sebagai motoris kelotok. Usahanya membawa turis mancanegara dimulai sejak tahun 1998.

Satu tahun setelah ia memutuskan untuk membawa kelotok sebagai taksi atau alat transportasi air.

Pada 2018 saja ucapnya, sudah ada ratusan wisatawan mancanegara yang menggunakan jasanya. Tentu saja juga melalui guide yang merupakan kenalan Imis dan menjadi langgangan.

Baca: Bukan Keturunan Bule, Motoris Kelotok di Banjarmasin Dapat Gelar Paman Bule, Ternyata karena Ini

Baca: Call Center dan Link Pendaftaran UTBK SBMPTN 2019, Simak Juga Cara serta Persyaratannya Disini

Baca: Bukan Menikung Luna Maya, Alasan Syahrini Menikah dengan Reino Barack diungkap Paranormal Mbak You

Sebagaimana diketahui, Banjarmasin, kota berjuluk seribu sungai, memang menawarkan pesona sungai.

Rasanya bagi turis mancanegara maupun lokal, susur sungai merupakan satu pilihan destinasi wisata.

Menggunakan jasa Imis Bule, bukan hanya sungai besar, yakni Sungai Martapura atau Sungai Barito, ia menawarkan susur sungai pada sungai-sungai kecil, asalkan menyajikan keindahan untuk turis yang ia bawa.

Tentunya, sebagai motoris kelotok pada umunya, lelaki ini juga melayani turis lokal.

Namun ujarnya, kedua turis ini memiliki selera berbeda untuk tujuan perjalanan.

Apabila turis mancanegara menyukai kawasan wisata melewati sungai besar, turis lokal, khususnya Kalsel lebih menyukai area sungai-sungai kecil.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved