Berita Banjarmasin

Dibongkar Hari Ini, Ternyata Warga Terdampak Pembebesan Lahan RS Sultan Suriansyah Belum Terima SP 3

Delapan bangunan di Rantauandarat, Banjarmasin, Kalsel yang direncanakan akan dibongkar pada Senin (4/3/2019) masih beridiri

Dibongkar Hari Ini, Ternyata Warga Terdampak Pembebesan Lahan RS Sultan Suriansyah Belum Terima SP 3
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Bangun di Jalan Rantauan Darat yang terdampak pembebasan lahan jalan menuju RSUD Sultan Suriansyah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Delapan bangunan di Rantauandarat, Banjarmasin, Kalsel yang direncanakan akan dibongkar pada Senin (4/3/2019) masih beridiri. Pasalnya Surat Peringatan (SP) 3 juga belum didapat oleh warga terdampak.

Sebagaimana diketahui, Jalan Rantauan Darat akan dilebarkan untuk mendukung fasilitas pembangunan Rumah Sakit Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin. Dampaknya 10 unit rumah di kawasan tersebut harus dibongkar karena adanya pembebesan lahan.

Dua unit rumah sudah menyetujui harga ganti dari pembebasan lahan itu. Sehingga pemilik pun secara pribadi membongkar bangunan miliknya. Sementara masih ada delapan bangunan yang pemiliknya menolak karena biaya pergantian dianggap begitu rendah.

Pemilik bangunan di Rantauandarat, Ahmad Kusasi sempat kaget akan rencana pembongkaran tersebut yang informasinya dilakukan pada 4 Maret 2019. Padahal pihaknya saja masih belum mendapatkan SP 3 dari Satpol PP Kota Banjarmasin.

Baca: Aiptu Yudi Sambanggi Warga Miskin Banjarmasin, dari Penarik Becak hingga Pencari Plastik Bekas

Baca: Syahrini & Reino Barack Sudah Blak-blakan Soal Nikah, Denny Darko: Cinta Luna Maya Sudah Tertusuk!

Baca: Diam-diam, Foto-foto Chelsea Islan Lenyap di IG Daffa Wardhana, Jejak Romantisme Sudah Menghilang!

"Untuk sementara belum ada SP 3 dari Satpol PP Kota Banjarmasin. Tapi warga mengharapkan sebelum putusan sidang keluar, mohon jangan dibongkar dulu," ucapnya saat ditemui di rumahnya Jalan Rantauandarat, Banjarmasin, Senin (4/3/2019).

Dari pantauan banjarmasinpost.co.id, Senin (4/3/2019) pagi, sama sekali tidak ada aktivitas pembongkaran atau kedatangan Satpol PP ke lokasi tersebut. Ahmad pun menyampaikan memang belum ada petugas Satpol PP yang mengunjungi mereka. Apalagi menyerahkan SP 3.

Apabila SP 3 itu didapat dalam jangka waktu dekat ini, Ahmad dan warga lainnya telah berencana memohon ke Wali Kota Banjarmasin agar menunda hingga putusan sidang.

Sebelumnya pembebasan lahan di area tersebut masuk pada tahap konsinyasi (penitipan uang biaya ganti pembebasan lahan di pengadilan). Karena warga terdampak tidak mau menerima uang tersebut.

Lantas, warga sempat melakukan gugatan kepada Pemko Banjarmasin hingga akhirnya menjalankan beberapa kali sidang yang putusan akhirnya pada tanggal 28 Februari 2019 kemaren. Namun kemudian ditunda hingga 13 Maret 2019 mendatang.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved