Berita Kabupaten Banjar

Dinas PUPR Banjar Akan Surati Dishut Kalsel Untuk Bangun Jembatan Putus di Tahura Penghubung 2 Desa

Rencananya, pihaknya akan melakukan perhitungan dengan bangunan jembatan dalam bentuk permanen, konstruksi jembatan gantung.

Dinas PUPR Banjar Akan Surati Dishut Kalsel Untuk Bangun Jembatan Putus di Tahura Penghubung 2 Desa
Istimewa/Camat Aranio
PUTUSS - Jembatan yang menghubungkan Desa Artain dengan Desa Banuariam di Kecamatan Arano putus sudah sekitar satu tahun lalu. Murid sekolah terpaksa harus berenang untuk menyeberang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Dinas PUPR Kabupaten Banjar akan mengirimkan surat kepada dinas kehutanan provinsi Kalsel untuk minta jawaban terkait bekoordinasi melakukan rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Artain dengan Desa Banuariam. Jembatan tersebut putus sudah sekitar satu tahun lalu, sehingga anak-anak sekolah ada yang terpaksa menyeberang dengan cara berenang.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Banjar, M Solhan mengatakan, pihaknya menginginkan ada jawaban secara tertulis agar koordinasi dalam bentuk resmi. Kemudian pihaknya mengupayakan dana pembangunannya paling lama di APBD-P dan mudahan dana tersedia.

“Ini suratnya masih disiapkan. Nanti tim konsultan kami akan menghitung dan mendesain lagi secara rinci, kalau hitungan kemaren kontruksinya dengan kayu ulin biayanya sekitar Rp 520 jutaan,” katanya, Kamis (4/3).

Rencananya, pihaknya akan melakukan perhitungan dengan bangunan jembatan dalam bentuk permanen, konstruksi jembatan gantung. Kemungkinan biaya bisa antara Rp miliar sampai Rp 3,5 miliar. Oleh sebab itulah pihaknya melakukan survei tanah dan desain lebih dulu untuk konstruksinya hingga bisa di tentukan biaya pastinya.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Indosiar Persita Tangerang vs Persela di Piala Presiden 2019

Baca: Warga Desa Damit Begotong Royong Bangunkan Rumah Korban Kebakaran di Batuampar Tanahlaut

Kepala Desa atau Pambakal Desa Artain, Asmadi sangat mengharapkan pembangunannya bisa terlaksana dalam tahun ini. Pembangunan secara total karena bangunan yang tersisa menurutnya sudah keropos.

Jumlah penduduk didesanya sekitar 600 jiwa atau 150 Kepala Keluarga, akibat putusnya jembatan tersebut pada 2017 lalu akses penghubung dua desa otomatis putus. Sementara menggunakan kelotok atau perahu kecil untuk menyebarang dari satu desa ke desa lainnya.

“Lokasi jembatan masuk dalam wilayah konservasi, Tahura. Sudah putus sekitar 2017 lalu hingga sekarang,” imbuhnya.

Sebelumnya sempat beredar video dimedia sosial. Akun Instagram Kiki Mommynya Ihsan mengupload video tersebut dengan menyertakan keterangan, siswa SMPN 3 Aranio berjuang untuk sekolah dari Desa Artain menuju Desa Banuariam dengan berenang menyeberangi sungai karena jembatan desa putus.

“Tapi mereka tetap semangat sekolah. Semoga kalian jadi anak-anak yang hebat,” tulisnya.

PUTUS - Jembatan yang menghubungkan Desa Artain dengan Desa Banuariam, Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar. Jembatan tersebut putus sudah sekitar satu tahun lalu, sehingga anak-anak sekolah ada yang terpaksa menyeberang dengan cara berenang.
PUTUS - Jembatan yang menghubungkan Desa Artain dengan Desa Banuariam, Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar. Jembatan tersebut putus sudah sekitar satu tahun lalu, sehingga anak-anak sekolah ada yang terpaksa menyeberang dengan cara berenang. (HO/Camat Aranio)

Menjadi kendala bagi Dinas PUPR Kabupaten Banjar dalam menangani putusnya jembatan yang menghubungkan Desa Artain dengan Desa Banuariam Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar adalah masuk dalam wilayah konservasi Tahura Provinsi Kalsel.

Baca: Ibu Laudya Cynthia Bella Sebut Buaya Darat di Depan Suami Nagita Slavina, Raffi Ahmad Karena Ini

Baca: Dewan Pertanyakan Operasional Gedung Sport Center, Habiskan Puluhan Miliar Rupiah Kini Terbengkalai

Bagi pengelola Tahura tidaklah menjadi masalah jika Dinas PUPR Kabupaten Banjar ingin memperbaikinya. Diungkapkan Kepala Badan Pengelola Tahura Dishut Kalsel, Rahmad Riansyah.

“Pada prinsipnya tidak menjadi kendala dalam perbaikannya bila dikaitkan dengan keberadaannya di dalam kawasan konservasi, mengingat jembatan tersebut merupakan salah satu fasilitas publik yang memiliki peranan vital dalam sebuah rangkaian infrastruktur yang telah ada,” katanya.

Menurut pria yang baru menjabat Januari 2019 itu, jembatan penghubung Desa Artain dan Banuariam di Kecamatan Aranio stidak bersifat komersial serta merupakan hajat hidup orang banyak, sehingga perbaikan perlu secepatnya dilaksanakan dengan tetap mengedepankan aspek kelestarian lingkungan dalam penggunaan bahan material perbaikan tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis:
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved