Berita Regional

Ditemukan, WNA China, Inggris dan Lebanon Masuk DPT Pemilu 2019, Bawaslu Lakukan Ini

Bawaslu Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mendapati tiga WNA masuk ke daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu serentak April mendatang.

Ditemukan, WNA China, Inggris dan Lebanon Masuk DPT Pemilu 2019, Bawaslu Lakukan Ini
KOMPAS.com/CANDRA NUGRAHA
Komisioner Bawaslu Ciamis, Syamsul Maarif menunjukan KTP WNA asal Inggris yang masuk sebagai DPT di pemilu serentak, di ruangannya Senin (4/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, CIAMIS - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mendapati tiga warga negara asing (WNA) masuk ke daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu serentak April mendatang. Tiga warga tersebut berasal dari China, Inggris dan Lebanon.

"Masuk DPTHT2 (daftar pemilih tetap hasil perbaikan) dan ada juga di portal Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih)," kata komisioner Bawaslu bidang Pengawasan, Pencegahan, dan Hubungan Antarlembaga, Syamsul Maarif saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/3/2019).

Dia mengatakan, informasi adanya WNA masuk ke DPT pemilu didapat saat Bawaslu bersurat kepada Disdukcapil Kabupaten Ciamis. Pihaknya meminta data semua WNA di Ciamis.

"Dapat data WNA. Setelah dapat, kita cek DPTHP 2 dan portal Sidalih. Pengecekan sampai kemarin datanya masih ada," jelas Syamsul.

Baca: Syahrini & Mantan Luna Maya Gelar Pernikahan, Nikita Mirzani Tuduh Aisyahrani Sebar Foto Agar Viral

Baca: Semangat Hadiri Haul Guru Sekumpul, Pemuda Ini Rela Jalan Kaki dari Kalteng ke Martapura

Hasil surat menyurat tersebut, dia melanjutkan, Disdukcapil menyatakan ada 8 WNA di Ciamis. Dari jumlah tersebut, tiga WNA sudah mengantongi KTP elektronik. Sedangkan sisanya sebanyak lima orang baru sebatas perekaman KTP elektronik.

"Kami verifikasi faktual ke lapangan. Tiga WNA itu antara lain Lin dari China tinggal di Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg. Lalu Leslie Jhon asal Inggris tinggal di Perum Permata Galuh Ciamis dan Isa bin Haidar asal Lebanon di Sindanglaya, Kecamatan Sukamantri," jelas Syamsul.

Pihaknya melayangkan surat rekomendasi kepada KPU untuk mencoret nama tiga WNA itu dari DPT. Dia menegaskan, yang punya hak pilih hanya warga negara Indonesia (WNI).

"Data Bawaslu Ciamis akan jadi bahan rakor antara Bawalsu RI, KPU dan Kemendagri," jelasnya.

Menurut Syamsul, ada berbagai faktor masuknya WNA sebagai DPT. Di antaranya bisa saja petugas kurang teliti saat proses pemasukan data di lapangan.

"Bisa juga karena punya KTP dan KK, jadi masuk ke DP4. Data awal pemilih dari DP 4, kemungkinan tidak tercek apakah WNI atau WNA," kata dia.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Disdukcapil Kabupaten Ciamis, Rusli mengatakan, tiga WNA tersebut memiliki KTP elektronik. Mereka telah tinggal di Ciamis lebih dari lima tahun, sehingga memiliki kartu izin tinggal tetap (Kitap).

"Kitap minimal lima tahun. Kalau kitas (kartu izin tinggal terbatas) minimal satu tahun, dan sewaktu-waktu bisa berpindah," katanya.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved