Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Terkena Aksi Profit Taking, IHSG Alami Pelemahan di Tiga Sektor Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 11,46 poin atau 0,18 persen ke 6.488 di akhir perdagangan sesi 2, Senin (4/3/2019).

Penulis: Mariana | Editor: Elpianur Achmad
banjarmasinpost.co.id/mariana
Senior Equity Brokerage MNC Sekuritas Banjarmasin, Herry Wachiedin menjelaskan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia perwakilan Kalsel. Mariana. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mengawali perdagangaan dengan baik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 11,46 poin atau 0,18 persen ke 6.488 di akhir perdagangan sesi 2, Senin (4/3/2019).

Senior Equity Brokerage MNC Sekuritas Banjarmasin, Herry Wachiedin menjelaskan, IHSG terkena aksi Profit Taking, walaupun IHSG sempat menguat 38 poin di sesi 1.

"Tujuh sektor masuk zona merah. Sektor-sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor infrastruktur yang turun 0,79 persen, sektor keuangan turun 0,6 persen dan sektor aneka industri yang turun 0,52 persen," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Dari 10 sektor, hanya tiga sektor yang berhasil masuk ke zona hijau yakni sektor pertambangan yang naik 1,41 persen, sektor perkebunan naik 1,03 persen, dan sektor perdagangan yang naik 0,47 persen.

Baca: Satu WNA Asal Inggris punya E KTP, Pemegang KITAP di Kalsel berjumlah 25 orang

Baca: Agus Sasirangan Luncurkan Buku Warisan Rasa di Q Mall, Berisi Resep 76 Masakan Khas Banjar

"Melemahnya nilai tukar rupiah menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu indeks sempat berada di teritori positif seiring dengan optimisme investor akan tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika dan China," ucap dia.

Nilai tukar rupiah diperdagangkan melemah 10 poin atau 0,07 persen di level Rp 14.130. Investor asing mencatatkan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 560,9 miliar di pasar reguler.

Total volume perdagangan saham di bursa mencapai 12,47 miliar saham dengan total nilai Rp 7,28 triliun,dan Volume trading sebanyak 124,72 juta lot.

"Menguatnya bursa saham Asia, yakni indeks Nikkei naik 1,1 persen, indeks Shanghai naik 2,64 persen, indeks Hang Seng naik 1,16 persen, indeks Straits Times naik 0,73 persen, dan indeks Kospi naik 0,13 persen tidak mampu menjadi katalis bagi IHSG," imbuhnya.

Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 175,9 miliar, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp 121,9 miliar dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 113,2 miliar.

Sedangkan saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPS) Rp 76,3 miliar, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) Rp 47,6 miliar dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Rp 33,2 miliar. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved