Berita Kotabaru

Target Disnaker Kotabaru Selesaikan Polemik Buruh Tani Sawit dan Perusahaan, Ini Poin Kesepakatannya

Target Disnaker Kotabaru Selesaikan Polemik Buruh Tani Sawit dan Perusahaan, Ini Poin Kesepakatannya

Target Disnaker Kotabaru Selesaikan Polemik Buruh Tani Sawit dan Perusahaan, Ini Poin Kesepakatannya
banjarmasin post group/ man hidayat
Buruh tani atau Serikat Pekerja Perkebunan Sawit di Kecamatan Hampang dan Kelumpang Hulu, akhirnya dimediasi, Selasa (5/3/2019) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Usai melakukan aksi demo di Kantor DPRD Kabupaten Kotabaru, buruh tani atau Serikat Pekerja Perkebunan Sawit di Kecamatan Hampang dan Kelumpang Hulu, akhirnya dimediasi, Selasa (5/3/2019) siang.

Mediasi dilaksanakan di Kantor Kecamatan Kelumpang Hulu, dihadiri buruh dan pihak manajemen EHP Grup yang membawahi 3 perusahaan yang dituntut petani. Mediasi itu dihadiri langsung Staf Ahli Bupati Ibnu, Kadisnakertrans Sugian Noor, Kadis Koperasi dan UKM, Zainal Arifin, Kasatpol PP Kotabaru Hamid, Camat Kelumpang Hulu Zainal Arifin.

Mediasi itu belum selesai. Sebab masih ada beberapa hal yang akan dibahas lebih lanjut untuk kebaikan kedua belah pihak. Semuanya meski sebelumnya kedua belah pihak memiliki kesepakatan namun belum ada kejelasan pasti. Sehingga pembahasan lebih lanjut perlu dilaksanakan di Kabupaten.

Baca: SAKSIKAN! LIVE INDOSIAR - Link Live Streaming Persija Jakarta vs Borneo FC di Piala Presiden 2019

Baca: Hasil PSS Sleman vs Madura United : Skor Babak Pertama 0-1, Tanpa Ditemani Brigata Curva Sud (BCS)

Dari hasil tersebut, pihak petani yang tergabung di Serikat Pekerja (SP) Bun Rajawali, Intan dan Merah Delima yang dihadiri sejumlah perwakilan di antaranya Rahmat, Gunawan, Hasan dan Taufik memilih untuk pembahasan lebih lanjut.

Mereka tak ingin berbelit-belit dan lamban selesai. Sehingga mereka mengharapkan pada media selanjutnya menjadi yang terakhir dan tidak ada pembahasan lagi.

"Artinya kami menginginkan agar semua pihak perusahaan memberikan kepastian pada pertemuan selanjutnya, tidak ada lagi jawaban menunggu dari pusat, jangan ada seperti itu lagi, ngambang," kata Gunawan.

Sementara dari pihak perusahaan, HRD EHP (Eagle High Plantations) Grup, Carles Sitompul, mengatakan paham dengan kondisi saat ini. Pihak perusahaan akan terus mengupayan agar ada jalan terbaik dan sudah ada kesepakatan sebanyak 5 poin.

"Di antara poin itu, kami tidak akan mencicil dan berupaya membayar gaji satu tahapan dan sesuai dengan UMK Kotabaru. Sementara pembayaran BPJS yang terlambat akan kami selesaikan di akhir Maret ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kotabaru, Sugian Noor, mengatakan saat ini pihak perusahaan dan serikat pekerja sudah ada kesepakatan beberapa poin namun masih akan dibahas lebih lanjut.

Baca: Kisah Rupiatun, Honorer di Kecamatan Panyipatan Tanahlaut yang Cuma Digaji Rp 100 Ribu Per Bulan

Baca: Penjelasan Dinas Pendidikan Tapin Soal UNBK 2019, Ahlul Janah : 100 Persen SMPN Sudah Menerapkan

"Tuntutan masih normatif, dan perusahaan siap bernegosiasi. Dari 10 poin tuntutan, sudah ada 5 poin disepakati dan 5 sisanya masih akan dibicarakan lagi dipartit di Disnakertrans untuk membuat perjanjian," katanya.

Menurutnya, dari hasil mediasi itu pihak perusahaan siap saja menaati peraturan perundangan. Sementara kasus ini muncul lantaran mis komunikasi saja. Sehingga ada permasalahan seperti itu.

"Jadi kami minta semua permasalahan itu diurus sesuai dengan perundang-undangan. Dalam minggu ini, permasalahan ini harus sudah selesai dan hak-hak pekerja sesuai dengan yang diamanatkan diperundang-undangan," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved